Share

1.906 Hektar Lahan Pertanian di Bojonegoro Terancam Kekeringan

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan sekitar 1.906 Hektar lahan pertanian di wilayah setempat terancam kekeringan.

Sekretaris Dinas Pertanian, Bambang Sutopo, mengatakan, ancaman kekeringan tersebut tersebar di  delapan kecamatan. Antara lain, Kecamatan Kanor, Kasiman, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Purwosari, Sugihwaras.

“Tapi kondisi pertanian saat ini masih bisa diselamatkan,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, meskipun musim kemarau sudah terjadi sejak 4 bulan terakhir, namun kondisi pertanian tidak ada yang mengalami puso. Meskipun begitu, hasil produksi mengalami penurunan dibanding musim penghujan sebelumnya.

Bambang mengatakan, data yang masuk di Dinas Pertanian pada musim penghujan tahun 2014 lalu produksi padi mencapai 6,5 ton /hektar, sementara tahun ini mencapai 7,48 ton/hektar.

Untuk produksi pertanian di musim kemarau tahun 2014 lalu, lanjut Bambang, mencapai 5,56 ton/hektar, sementara tahun ini mencapai 5,766 ton/hektar.

“Memang ada sedikit peningkatan produksi dari tahun sebelumnya,” ujar Bambang.

Pihaknya menghimbau para petani untuk menanam palawija di musim kemarau ini. Selain untuk menghindari kerugian akibat gagal panen akibat kekurangan air, juga memutus rantai hama penyakit pada padi.

“Menerapkan pola tanam yang benar akan memutus rantai hama penyakit,” tandasnya.

Pihaknya menyatakan, untuk mengupayakan gagal panen pada petani yang masih menanam padi saat ini, Dinas Pertanian terus melakukan pengoptimalan sumber-sumber air di sekitar sawah.

“Semua pompa bantuan dari pusat akan digunakan semaksimal mungkin,” tandasnya.

Sementara itu, Suparman (35), salah satu buruh tani di Desa Ngampel, mengungkapkan masih menanam padi di lahan sawahnya karena ketersediaan air mencukupi.

“Kalau airnya masih cukup ya saya tanami padi saja. Hasilnya lebih besar daripada palawija atau lainnya,” pungkasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment