Share

10 Desa di Bojonegoro Jadi Pilot Project Revolusi Data

Bojonegoro, 7/1 (Media Center) – Upaya Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro melakukan pendataan melalui Buku Inovasi Data Dasa Wisma mendapat dukungan dari berbagai pihak mulai LSM hingga Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Saat Sosialisasi Revolusi Data di kantor Pemkab setempat berlangsung, Jumat (6/1), terdapat 10 Desa yang dijadikan pilot project, diantaranya adalah Desa Bonorejo dan Desa Brabowan Kecamatan Gayam.

Desa Tlatah Kecamatan Purwosari, Desa Pilangsari dan Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu. Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro ,Desa Kapas Kecamatan Kapas. Desa Prayungan dan Pejambon Kecamatan Sumberejo dan Desa Sidobandung Kecamatan Balen.

AW Syaiful Huda dari Bojonegoro Institute menjelaskan tujuan digelarnya acara ini adalah dalam upaya penyusunan sistem pendataan yang dapat ter-update secara cepat, dapat ditelusuri hingga sumbernya serta dapat divisualisasikan dengan mudah.

“Juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam penyusunan, pelaksanaan dan pengawasannya,” imbuhnya.

Hal lain, lanjut ia, adalah dengan adanya informasi dan masukan terkait proses pendataan Dasa Wisma yang saat ini masih dan sedang berlangsung. Di akhir penjelasannya, pria yang akrab disapa Awe ini mengatakan, sosialisasi ini adalah pelaksanaan program revolusi data di 10 desa yang menjadi Pilot Project revolusi data.

Sementara itu, Ilham dari Sinergantara dalam materinya menjelaskan mengapa disebut revolusi data karena empat hal, yakni kecepatannya, sifat segeranya, kegunaannya dan potensi kolaborasinya.

Dia juga menjelaskan perbandingan karakteristik data konvensional dan revolusi data. Data konvensional adalah data yang direpresentasikan dalam bentuk data agregat. Sedangkan di revolusi data, data yang direpresentasikan dalam bentuk data tunggal.

Dari proses pembuatan basis data revolusi data proses pembuatan basis data dilakukan secara incremental . Data akan terus dapat di update dan tumbuh menyesuaikan perubahan yang terjadi dilapangan.

“Sedangkan data konvensional basis data sekali dibuat langsung jadi namun sulit di update ,kalaupun akan di update harus survey ulang,” imbuhnya.

Ilham menuturkan komponen revolusi data ini ada empat, yakni inovasi data,kebijakan data,satu data dan menyasar pada tujuan Sustainable Development development Goals ( SDGs).

Kebutuhan akan revolusi data ini adalah untuk pembuatan kebijakan, untuk monitoring pelayanan publik dan untuk terjadinya akuntabilitas.(dwi/mcb)

Leave a Comment