Share

11 Warga Mantan Gafatar Asal Bojonegoro Dipulangkan

Empat kepala keluarga dengan jumlah 11 jiwa mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (25/1),  dipulangkan ke desanya masing-masing setelah memperoleh pembinaan dari jajaran pemerintah kabupaten (pemkab).

“Mereka dijemput camat dan kadesnya masing-masing yang sudah tahu warganya meninggalkan desa menjadi anggota Gafatar,” kata Kepala Dianakertransos Bojonegoto Adi Wijaksono, kepada kanalbojonegoro.

Dari hasil pengecekan medis, hanya ada satu anak dari keluarga itu yang  menderita sariwan. “Lainnya sehat semua,” ucapnya.

Menurut kadesnya, warga di lingkungan desa yang menjadi tujuan pemulangan anggota Gafatar itu tidak mempermasalahkan, kalau warga itu kembali lagi ke desanya. “Warga bisa menerima, tidak ada masalah,” katanya.

Mereka dipulangkan setelah lokasi penampungan di Desa Antibar, Kecamatan Tanjungdalem, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dibakar massa pada 19 Januari.

Sesuai data, empat KK dengan jumlah 11 jiwa dari sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Kasiman, Tambakrejo, Sumberrejo dan Balen.

Sebelas orang eks Gafatar itu adalah Iksan (37) warga Kecamatan Kapas, Sari Botno (33) warga Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Sujarno (34) bersama keluarganya yaitu Mariyatun (30/istri), Nurul Fatmala (8/anak), dan Axel Raihan Diandra Putra (3 minggu/anak). Sujarno dan keluarganya ini berasal dari Dusun Taji RT 23 RW 04, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo.

Selain itu, Matrais (54) warga Dusun Badug RT 07 RW 02, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, dan keluarganya yaitu Sri Ayomi (54/istri), Robert Ari Wibowo (21/anak), Teresia Intan Devita Dewi (15/anak), dan Takirada Karinda Zizah Damara (7/anak).

Leave a Comment