Share

13 SMA/SMK Bojonegoro Diusulkan Terapkan K-13

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di 2016 ini mengusulkan 13 sekolah tingkat menengah atas (SMA) untuk melaksanakan kurikulum 2013 (K-13) kepada Kementerian Pendidikan. Ke-13 lembaga sekolah itu diusulkan karena sudah memenuhi kriteria yang disayaratkan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Bojonegoro, Puji Widodo, menjelaskan, kriteria yang dimaksud di antaranya kesiapan sarana prasana penunjang dan sumber daya guru melalui sejumlah pelatihan yang sudah diberikan untuk menerapkan kurikulum K-13.

“Namun dari jumlah usulan itu akan diverivikasi lagi apakah sekolah itu layak dan siap untuk menerapkan K-13,” kata Puji Widodo ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/2)

Mantan Kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro itu mengungkapkan, saat ini sejumlah sekolah tingkat SMA sudah menerapkan kurikum K-13. Di antaranya SMAN 1 Bojonegoro, SMAN 2 Bojonegoro, SMAN 3 Bojonegoro, SMAN 4 Bojonegoro, SMAN Dander, SMAN Kalitidu, dan SMAN Baureno. Sedangkan untuk SMK ada enam sekolah di antaranya SMKN 1 dan 2 Bojonegoro, SMK Siang, dan SMKN Purwosari.

Sementara untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP), lanjut Puji Widodo, ada enam sekolah di antaranya SMPN 1 dan 2 Bojonegoro, SMPN 2 Kepohbaru, SMPN Kedungadem, dan SMPN 1 Sugihwaras.

“Sekolah-sekolah yang menerapkan K-13 ini adalah pilot project,” tegas Puji Widodo.

Dia menjelaskan, penerapan K-13 ini utamanya terletak pada dua hal yakni menggunakan pendekatan saintifik atau berbasis keilmuan dan penilaian otentik. Artinya, dalam pendekatan saintifik ini proses belajar yang dilakukan melalui mengamati
menanya, mengumpulkan informasi atau mencoba, menalar atau mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

“Di sini siswa dituntut lebih berperan aktif dan komunikatif. Sedangkan guru hanya memosisikan sebagai fasilitator. Sedangkan pada KTSP, guru yang lebih dominan,” kata Puji Widodo, menerangkan.(dwi/mcb)

Leave a Comment