Share

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Dishub Beri Imbauan Penambang Perahu

Bojonegoro, 19/6 (Media Center) – Di hari raya Idul Fitri nanti, jumlah penumpang perahu penyeberangan Bengawan Solo diprediksi melonjak. Untuk mengantisipasi lonjakan serta hal yang tak diinginkan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Iskandar memberikan imbauan pada operator perahu penyeberangan (tambangan) yang tersebar di sepanjangbengawan Solo di Bojonegoro.
Imbauan yang diberikan tersebut meliputi standar keamanan dan keselamatan penumpang. Yakni adanya pelampung dengan jumlah minimal 30% dari jumlah kapasitas penumpang, kondisi fisik perahu serta jumlah penumpang yang tak melebihi kapasitas.Kemudian bagi perahu yang menggunakan penggerak mesin atau motor harus dilengkapi peralatan pengayuh manual (galah dan pengayuh), mempersiapkan  dan melengkapi dengan sinyal atau tanda atau isyarat lampu yang dapat diketahui keberadaannya bila beroperasi pada malam hari, dan mewaspadai kondisi cuaca yang tidak menentu karena berpengaruh terhdap kondisi air sehingga diharapkan kewaspaadan semua pihak.
 
“Kita sudah imbau para pemilik maupun operator perahu penyeberangan untuk mematuhi standar yang sudah ada,” tegas Kepala Dishub Bojonegoro, Iskandar.
 
Selain itu, jauh hari sebelumnya pihaknya terus menyosialisasikan standar keamanan perahu tambang di Bengawan Solo dengan melakukan pengecekan perahu tambang yang beroperasi, sekaligus memasang papan berisi standar peralatanan keamanan perahu berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) No. 44 tahun 2011 tentang Transportasi Air, Standar Keselamatan dan Keamanan Penyeberangan.

Papan tersebut dipasang di 91 titik lokasi tambangan Bengawan Solo yang tersebar di sejumlah desa di 10 kecamatan di Bojonegoro. Di titik lokasi tambangan tersebut, terdapat 198 perahu tambang yang beroperasi dengan jumlah 132 penambang.

Lokasinya antara lain di Kecamatan Margomulo, Ngraho, Malo, Dander, Kalitidu, Trucuk, di wilayah barat, juga di Kecamatan Kota, hingga wilayah timur di Kecamatan Baureno.

“Bagi para penambang perahu yang tidak mengindahkan bisa dikenai tindakan hukum. Apalagi, kalau dalam mengoperasionalkan perahu tambangnya terjadi kecelakaan yang mengkibatkan para penumpangnya meninggal,” tandas Iskandar.(dwi/mcb)

Leave a Comment