Share

167 Desa di Bojonegoro Bebas “ODF”

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan sebanyak 167 desa dari 430 desa/kelurahan di daerahnya sudah masuk desa sehat, karena salah satu indikatornya sudah bebas “open defecation free”/ODF, pada 2015.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Sunhadi, di Bojonegoro, Jumat (18/12), mengatakan, salah satu persyaratan desa bebas “ODF” yaitu warga di desa setempat yang memiliki jamban minimal sudah 95 persen.

“Syarat utama sebuah desa bebas “ODF” yaitu warga yang memiliki jamban sedikitnya sudah 95 persen,” katanya, menegaskan.

Pada kesempatan itu, dinkes memberikan sertifikat bebas “ODF” kepada 42 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan telah bebas “ODF”.

“Baru ada dua kecamatan yang desanya sudah bebas “ODF”, salah satunya Kecamatan Dander,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan sebanyak 263 desa/kelurahan di daerahnya yang belum bebas “ODF”, bukan berarti banyak warganya yang belum memiliki jamban.

Namun, menurut dia, kepemilikan jamban di desa/kelurahan itu, masih sekitar 90 persen, sehingga belum bebas “ODF”.

“Warga masih suka buang air besar di sungai, termasuk di sepanjang Bengawan Solo, juga tempat lainnya,” ujarnya.

Mengenai penyebab warga belum memiliki jamban, katanya, faktor ekonomi, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk mendorong warga bisa memiliki jamban.

Ia menambahkan pengadaan jamban bisa dialokasikan di dalam APBDes, sejak 2015.”Tujuannya agar semua desa bebas “ODF”. Tapi dalam pelaksanaannya warga juga harus berpartisipasi tidak hanya mengantungkan alokasi di dalam APBDes, agar merasa ikut memiliki jamban,” katanya, menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment