Share

170 Embung di Bojonegoro Masih Terisi Air

Bojonegoro (Media Center) – Sekitar 170 embung dari 340 embung di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih terisi air, tapi lainnya sudah kering, karena dimanfaatkan untuk mengairi areal pertanian di wilayahnya masing-masing.

Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Pengairan Bojonegoro Retno Wulandari, di Bojonegoro, Selasa (28/7), mengatakan, sekitar 170 embung yang kapasitasnya berkisar 5 ribu-10 ribu meter kubik/embung masih ada airnya, karena pihak desa mengatur pemanfaatan air yang tersedia.

Pihak desa, menurut dia, mengatur pemanfaatan air hanya untuk pembasahan areal pertanian, atau untuk memenuhi kebutuhan air baku bagi warga, seperti mencuci juga keperluan lainnya.

“Desa bisa mengatur pemanfaatan air di embung, sebab hampir semua embung yang ada lokasi di tanah kas desa (TKD),” ucapnya.

Ia mencontohkan, embung yang airnya melimpah, antara lain, embung di Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru dan embung di Kecamatan Bubulan.

“Embung yang airnya sudah kering, disebabkan dimanfaatkan warga untuk mengairi areal pertanian dengan cara menyedot dengan mesin pompa,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, cara yang dilakukan warga dengan menyedot air di embung dengan mesin pompa,  mempercepat proses habisnya air di embung.

“Meski demikian tidak menjadi masalah, sebab airnya bermanfaat dan tidak membuat petani gagal panen,” tuturnya.

Yang jelas, menurut dia, pemkab memprogramkan membangun 1.000 embung untuk mengatasi kesulitan air baku bagi warga di daerah yang selalu mengalami kekeringan di musim kemarau.

“Hambatan merealisasikan pembangunan 1.000 embung, salah satunya yaitu membangun embung di tanah Perhutani, belum memperoleh izin dari Menteri Kehutanan,” tandasnya.(sa/*mcb)

Leave a Comment