Share

20 Relawan PMI Bojonegoro Antri Berangkat ke Lombok

Bojonegoro, 13/9 (Media Center) – Setelah keberangkatan tiga relawan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bojonegoro berangkat ke Lombok pada Senin (10/9), masih ada sekira 20 relawan yang mengantri untuk berangkat membantu masa pemulihan pasca bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sekretaris PMI Bojonegoro, Suko H Widodo menyebutkan, pemberangkatan relawan PMI ke Lombok ini bukan merupakan hal yang mudah. Hal ini lantaran adanya masalah pendanaan untuk transportasi pulang-pergi relawan yang tak murah. Hingga saat ini, relawan yang berangkat menggunakan biaya dari donatur sehingga meski banyak relawan yang bersedia, PMI setempat belum bisa mengakomodir keberangkatan relawan lainnya.

“Untuk satu relawan, setidaknya kita membutuhkan dana sekitar Rp2,5 juta per sepuluh hari masa tugas,” ujarnya.

Jumlah ini, lanjut Suko digunakan untuk tiket pesawat pergi – pulang, uang saku, akomodasi, transport lokal hingga biaya cek medis sebelum keberangkatan. Sementara saat berada di Lombok, relawan tinggal di posko yang didirikan oleh PMI Pusat.

Suko menuturkan, relawan yang akan berangkat diseleksi terlebih dahulu. Mengingat di lokasi bencana Lombok saat ini memerlukan tenaga yang memiliki skill tertentu, pihaknya mengutamakan relawan yang memiliki keahlian medis dan pertukangan. Ia menjelaskan, tiga relawan yang telah berangkat dua diantaranya memiliki latar belakang pendidikan medis.

“selanjutnya telah dijadwalkan tiga orang relawan lagi yang berangkat. Dua tenaga medis dan satu lainnya memiliki skill pertukangan. Ini kita utamakan karena saat ini membutuhkan tenaga untuk pembangunan huntara (hunian sementara),” pungkasnya.(*lya/mcb)

Leave a Comment