Share

2019 PLN Akan Bangun Gardu Induk Di Wilayah Barat Bojonegoro

Bojonegoro (media Center) – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebut jika kebutuhan daya listrik untuk Lapangan Minyak dan Gas Bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban masih kecil.

“Dibanding dengan kebutuhan listrik di pabrik semen, kebutuhan listrik untuk lapangan migas masih sangat kecil,” kata Humas PLN Cabang Bojonegoro, Widhianto, Selasa (10/11).

Dia mengatakan, total daya listrik dari Gardu Induk di Pacul sebesar 150 MVA saat ini memenuhi kebutuhan listrik di JOB P-PEJ baik di Bojonegoro yakni Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas hingga Desa Rahayu di Kecamatan Soko, Tuban. Selain itu juga Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, dan Lapangan Sumur Tiung Biru di Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.

“Kebutuhan lsitrik di sana rata-rata untuk operasional saja,”ujarnya.

Meskipun begitu, PLN memiliki rencana untuk membangun Gardu Induk di wilayah barat. Pembangunan ini untuk melayani pelanggan dengan kebutuhan listrik dengan kapasitas besar.

“Karena bagaimanapun listrik adalah alternatif paling murah dibanding yang lain seperti diesel,” ujarnya.

Dia mengatakan, dari tiga cakupan wilayah kerja PLN yaitu Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, Bojonegoro baru memiliki satu gardu induk saja. Sedangkan di Tuban ada tiga gardu induk, salah satunya khusus untuk pabrik semen, sementara di Lamongan ada dua gardu induk.

“Rencananya kami akan membangun gardu induk di lokasi yang berdekatan dengan industri migas,” ungkapnya.

Widhianto mengatakan, untuk realisasi pembangunan gardu induk masih menunggu persetujuan dari pusat. Namun, kira-kira tahun 2019 baru bisa terlaksana. Sementara daya listrik yang digunakan belum tentu memanfaatkan gas alam dari Unitisasi Jambaran-Tiung Biru.

“Kalaupun ada industri migas yang membutuhkan gardu listrik sendiri juga bisa, seperti di Pabrik Semen di Tuban,”pungkasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment