Share

356 Rumah di Bojonegoro Rusak Dilanda Angin

Bojonegoro (Media Center) – Sebanyak 356 rumah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, rusak dilanda angin kencang, bahkan tujuh rumah roboh, dalam lima kali kejadian bencana angin kencang disertai hujan lebat selama memasuki musim hujan November ini.

Kasi Sarana Sarana dan Logistik BPBD MZ. Budi Mulyono, di Bojonegoro, Senin (16/11), mengatakan, korban angin kencang yang rumahnya roboh, rusak berat, sedang dan ringan, di daerahnya semuanya sudah memperoleh bantuan paket sembako.

Tidak hanya itu, menurut dia, korban angin kencang yang rumahnya roboh, juga memperoleh bantuan peralatan dapur, kasur, juga yang lainnya, selain bantuan paket sembako.

“BPBD juga melakukan pembersihan pohon-pohon yang tumbang disebabkan angin kencang, baik di tepi jalan juga di pemukiman warga,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sukirno, menambahkan.

Sesuai data, sebanyak 356 rumah yang dilanda angin kencang itu, lokasinya tersebar di 13 desa di Kecamatan Ngasem, Balen, Dander, Temayang, Kepohbaru dan Margomulyo, sejak 1 November.

“Kami selalu melakukan pemantauan cuaca melalui internet dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya dan Karangploso, Malang,” jelas dia.

Menghadapi awal musim hujan ini, ia meminta warga masyarakat di daerahnya meningkatkan kewaspadaan, karena hujang yang datang di awal musim hujan selalu disertai angin kencang, juga petir.

“Kami masih menunggu kerugian akibat angin kencang yang terjadi lima kali itu,” ucapnya.

Ia menambahkan perhitungan kerugian tersebut juga akan dimanfaatkan untuk menentukan santunan kepada korban angin kencang, yang besarnya ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro.

“Korban bencana angin kencang yang rumahnya roboh, misalnya, memperoleh santuan uang Rp5 juta/kepala kelurga (KK) untuk membangun rumahnya kembali,” tandasnya. (*/mcb)

Leave a Comment