Share

36 Unit Drone Awasi Jalur Padat di Bojonegoro

Bojonegoro, 3/8 (Media Center) – Kepolisian Resor dan Dinas Perhubungan memasang 36 unit drone—kamera pengintai— di sejumlah jalan utama dan jalur macet di Kabupaten Bojonegoro. Perangkat drone juga terpasang di beberapa tempat rawan, termasuk di kawasan minyak dan gas di areal Blok Cepu.

Perangkat drone ini mulai beroperasikan pada akhir Juli 2016 lalu. Drone wajib dioperasikan di jalur-jalur utama Kota Bojonegoro, tiap hari Senin hingga hari Jumat. Perangkat pesawat kecil yang mampu merekam situasi lapangan ini, bisa terkoneksi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan Kepolisian Resort setempat.

Menurut Juru Bicara Kepolisian Resort Bojonegoro , Ajun Komisaris Polisi Suyono, perangkat drono ini, dipasang untuk membantu kinerja aparat di lapangan. Terutama untuk jam-jam tertentu pada pagi hari, seperti hari Senin hingga Jumat. Program ini atas saran dari Kepala Kepolisian Resort Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyu Sri Bintoro. “Mempermudah memantau situasi,” ujarnya pada Kanalbojonegoro, Selasa 2 Agustus 2016.

Perangkat drone, lanjutnya bantuan dari Dinas Perhubungan sebanyak 16 unit dan dari Kepolisian Resort sebanyak 20 unit atau total 36 unit. Peralatan ini dioperasionalkan para polisi di beberapa titik. Misalnya di bundaran Sumbang, Bundaran Jetak, di sekitar Jalan Diponegoro, Alon-alon Kota, serta beberapa jalan protocol yang kerap macet. Selain itu juga di sejumlah sekolahan yang kerap menimbulkan kemacetan.

Selain itu, perangkat drone juga kadang dipasang di tempat-tempat rawan di luar Kecamatan Kota Bojonegoro. Misalnya di daerah Blok Cepu, seperti di Kecamatan Kalitidu, Ngasem dan juga di Gayam serta Purwosari. Tujuannya, untuk mempermudah memantau kondisi di jalan-jalan di Bojonegoro. “Jadi, bisa terkoneksi dengan mudah, “ imbuhnya.

Untuk operasional di lapangan, polisi juga turun langsung bersama dengan petugas dari Dinas Perhubungan. Misalnya mengatur lalu lintas, membantu menyeberangkat jalan anak sekolah, atau orang tua yang butuh didampingi ketika melintas jalan. “Kita senang, ibu polisi ikut menyeberangkan jalan,” ujar Bayu, salah satu siswa SMP Negeri 2 Bojonegoro. Dia menyebut, polisi ramah tapi tegas akan membuat warga terbantu.(*/mcb)

Leave a Comment