Share

40 Guru Bojonegoro Belajar IT

Bojonegoro (Media Center) – Puluhan guru di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mengikuti pelatihan teknologi informasi bersama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK). Para guru sekolah menengah atas tersebut diajari bagaimana mengembangkan  pendidikan melalui internet. “Hari ini kami memperkenalkan bagaimana membuat blog, mempercantik tampilannya dan tips menulis kreatif yang mudah dipahami sekaligus gampang terindex oleh mesin pencarian di internet,” ucap perwakilan RTIK, Nova Wijaya di Laboratorium Komputer SMAN 2 Bojonegoro pada Sabtu (30/4/2016).

Menurut Nova, kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di SMKN Ngasem minggu lalu. “Program ini merupakan komitmen kami bersama ExxonMobil Cepu Limited untuk mendukung pengembangan pendidikan melalui internet,” imbuhnya. Dia berharap, program ini bisa menjadi awal berkembangnya komunitas-komunitas guru blogger di Bojonegoro.

Nova menjelaskan, program yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini sudah menjangkau 20 sekolah dari seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. Setidaknya lebih dari 40 guru sudah terlibat aktif mengikuti pelatihan dan lomba menulis di blog. Dalam setiap kegiatan, kata Nova, RTIK selalu melibatkan Dinas Pendidikan setempat.

Ke depan, papar Nova, RTIK menargetkan untuk menjangkau semua sekolah yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, dunia pendidikan akan lebih berkembang jika memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. “Kami mengajak para pegiat pendidikan ikut berbagi virus positif di dunia maya bersama kami,” cetusnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Hanafi mengatakan program teknologi informasi untuk pendidikan sangat penting dalam menunjang kegiatan belajar dan mengajar. Menurutnya, guru saat ini sangat dituntut aktif dan produktif dalam menyebarkan hasil karyanya dalam bentuk tulisan dan publikasi ilmiah. “Namun realitanya tidak banyak yang menguasai internet,” ucap dia di depan para guru.

Hanafi mengaku mendukung program EMCL yang menggandeng komunitas TIK di Bojonegoro. Dia melihat komunitas tersebut sangat giat dalam membangun Bojonegoro melalui TIK. “Bahkan RTIK Bojonegoro dan komunitas blogger saya lihat berjasa dalam mempromosikan potensi Bojonegoro ke luar,” tutur dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, sinergi antar pemerintah dan masyarakat seperti ini perlu terus dikembangkan. “Sudah saatnya Bojonegoro mendunia,” pungkasnya.(mcb)

Leave a Comment