Share

48 Desa di Bojonegoro Terdampak Banjir Bengawan Solo

Bojonegoro, Media Center – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyampaikan ada 48 Desa di 10 Kecamatan terdampak banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo yang terjadi pekan lalu. Banjir merendam pekarangan, lahan persawahan, gedung sekolah dan fasilitas umum.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPDB Bojonegoro Nadif Ulfia menyebutkan, 10 kecamatan yang terdampak banjir yakni, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Trucuk, Balen, Kanor, Dander, Padangan, Ngraho, Baureno dan Kecamatan Kapas.

“Data yang masuk, sementara baru itu,” ujarnya, Senin (11/3/2019).

Seperti yang terjadi di Desa Ngampel dan Sambiroto, Kecamatan Kapas. Dimana, hampir sepekan,puluhan hektar sawah terendam air akibat luapan sungai bengawan solo dan sebagian jalan tergenang. Saat ini, banjir mulai surut dan mengakibatkan gagal panen pada sebagian besar petani.

Pihaknya mengimbau, masyarakat yang berada di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo Bojonegoro agar meningkatkan kewaspadaan, meskipun untuk saat ini kondisi Bengawan Solo pada posisi dibawah siaga dengan trend turun.

Pada pukul 06.00 Wib, ketinggian air papan duga Karangnongko 23.18 peilschall, dan Bojonegoro 9.58 peilschall.(Rin/Dwi)

Leave a Comment