Share

50 Sumur Peninggalan Belanda, Masih Berproduksi

terdapat sekitar 200 sumur tua peninggalan jaman kolonial Belanda.

Bojonegoro (Media Center) – “Sumur tinggalan Belanda ini yang masih aktif hanya sekitar 50 sumur,” kata Samsuri, salah satu pemilik sumur minyak di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan Bojonegoro.

Di wilayah yang terkenal sebagai kawasan pertambangan minyak tradisional itu sendiri, terdapat sekitar 200 sumur tua peninggalan jaman kolonial Belanda.

Seperti halnya Samsuri, para pekerja tambang minyak tua di kawasan tersebut, mulai bergeliat sejak oukul 06:00 Wib hingga senja hari menjelang Maghrib.

“Setiap hari, bisa menghasilkan 7 drum minyak untuk sumur saya,” tambah Samsuri. Untuk setiap drumnya, Samsuri mengaku mendapat penghasilan Rp 800ribu tiap drumnya yang dikerjakan oleh 7-8 orang.

Penulis (baju merah-Jilbab Putih) bersama Samsuri
Penulis (baju merah-Jilbab Putih) bersama Samsuri

Sebelum tahun 2008, para pemilik tambang hanya menjual minyak hasil prodiksi sumurnya kepada masyarakat setempat. Namun sejak diresmikan oleh Bupati Bojonegoro dan Gubernur Jawa timur, hasil produksi minyaknya terjamin penjualannya.

“Kini semua ditampung oleh KUD KUD Usaha Jaya Bersama di bawah Pertamina,” terangnya. Menurut Samsuri, saat ini pola pikir masyarakat pekerja tambang tua di kawassan tersebut telah berubah, dari yang berkesan misterius pada jaman dulu, sudah menjadi lebih terbuka.

Selain itu, saat ini yang tertanam dibenak para pemilik tambang mengenai status hasil bumi dari sumur mereka telah berubah. “Minyak ini khan milik negara,” pungkas Samsuri. (ramcb)

Artikel citizen journalist
Oleh:
Lely Chusna
Juara 3 Lomba ngeBlog Bojonegoro 2013
(dikutip dari http://www.lelychusna.my.id/2013/12/semangat-penambang-minyak-tradisional.html)

Leave a Comment