Share

60 Warga Bojonegoro Terima Bantuan Peralatan Kerja

Disnakertransos Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), menyerahkan bantuan peralatan kerja bagi 60 warga baik tenaga kerja pemula maupun tenaga kerja mandiri sebagai usaha pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang melalui teknologi tepat guna. “Bantuan peralatan kerja yang diserahkan nilainya berkisar Rp3 juta-Rp3,5 juta/warga,” kata Kepala Disnakertransos Bojonegoro Adi Witjaksono, Rabu. Ia yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan Penempatan Kerja dan Transmigrasi Joko Santoso menjelaskan peralatan kerja yang diserahkan bermacam-macam, di antaranya, ada mesin giling, kompor, termasuk ada juga peralatan perbengkelan dan peralatan rias pengantin.

“Peralatan kerja bantuan APBN kami serahkan sehari yang lalu,” katanya, menjelaskan. Menurut dia, penerima bantuan sebanyak 40 warga diambilkan dari warga yang daerahnya merupakan penghasil pertanian, di antaranya, asal Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Desa Prangi, Kecamatan Padangan, dan Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho. “Warga penerima bantuan peralatan kerja tersebut semuanya belum pernah bekerja membuat produk pertanian,” ujarnya.

Namun, katanya, warga penerima bantuan peralatan kerja, sebelumnya telah memperoleh berbagai pelatihan mengenai cara membuat tahu, tempe, keripik ketela pohon, juga yang lainnya selama sepekan. “Kami optimistis warga penerima bantuan bisa langsung bekerja mengolah produk pertanian di daerahnya masing-masing sebagai usaha meningkatkan perekonomian keluarga, sebab sudah memperoleh pelatihan,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan penerima bantuan peralatan lainnya yang berupa peralatan perbengkelan, peralatan rias temanten, juga yang lainnya sebanyak 20 warga merupakan tenaga kerja usia muda berkisar berkisar 30-35 tahun. “Mereka juga memperoleh pelatihan soal manajemen dengan mendatangkan kalangan profesional, seperti perbankan, ahli koperasi selama sepekan,” jelasnya.

Data di Disnakertransos setempat, alokasi dana yang dimanfaatkan untuk memberikan bantuan peralatan kerja termasuk pelatihan mencapai Rp1,5 miliar dari APBN 2013. “Bantuan dari APBN dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk program padat karya pembuatan jalan, dan pengemukan sapi,” jelasnya. (samcb)

Leave a Comment