Share

7.300 Pelajar SMK di Bojonegoro Dicek Suhu Tubuh Sebelum Ikuti Ujian Nasional

Bojonegoro, Media Center – Sebagai tindaklanjut Instruksi Bupati Bojonegoro Anna Muawanah Nomor 2 tahun 2020, tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Non Alam Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona atau COVID-19, 7.300 pelajar tingkat SMK yang mengikuti ujian nasional, Senin (16/3/2020), dilakukan pengecekan kesehatan.

Pengecekan kesehatan dilaksanakan sebelum dan sesudah mereka mengikuti ujian nasional. Pengecekan dilakukan oleh tim kesehatan dari Puskesmas di masing-masing kecamatan sesuai kebaradaan SMK.

Pengecekan kesehatan menggunakan menggunakan Thermal Gun Infra Red. Alat ini untuk mengukur suhu tubuh manusia tanpa harus bersentuhan langsung.

Seperti yang dilakukan petugas Puskesmas Sekar. Ada 159 pelajar kelas XII SMK Negeri Sekar yang dilakukan pengecekan suhu tubuh.

Pengecekan kesehatan, juga dibantu oleh 12 tenaga pendidik dari sekolah setempat. Dari hasil pemeriksaan, seluruh siswa dinyatakan aman dari virus corona atau COVID-19.

“Alhamdulillah seluruh siswa aman, dengan suhu badan normal. Diharapkan semua pelajar melakukan kegiatan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah,” pesan Kepala UPTD Puskesmas Sekar, dr. Moch. Luthfi Kurniawan Putra.

Pengecekan kesehatan juga didampingi Serma Basuki, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Posramil 0813-16/Sekar. Ia mengimbau, kepada warga agar tidak panik dan khawatir tentang virus Corona atau COVID-19. Pencegahannya diantaranya rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, atau alcohol based hand rub.

“Hindari kontak dengan hewan yang sakit, dan bagi yang sakit agar menggunakan masker selama kegiatan. Serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, data di Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro, jumlah siswa SMK yang mengikuti ujian nasional sebanyak 7.300. Terdiri dari 56 sekolah, dengan rincian 19 SMK Negeri dan 37 dari SMK Swasta.

Untuk diketahui, berdasarkan instruksi bupati, pelajar di semua tingkatan dan mahasiswa dihimbau untuk belajar di rumah selama sepekan sejak Senin – Sabtu, 16 – 21 Maret.(Dwi)

Leave a Comment