Share

90 Ribu Hektar Lahan Hutan di Bojonegoro, Akan Dikembangkan Untuk Pertanian

Program di kawasan hutan itu dilaksanakan di beberapa Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bojonegoro, KPH Parengan, KPH Padangan, dan beberapa lahan hutan milik masyarakat yang ada di Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Tambakrejo

Bojonegoro (Media Center) – Lahan seluas 90ribu hektare (ha) yang ada di kawasan hutan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bakal dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian terpadu. Program di kawasan hutan itu dilaksanakan di beberapa Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bojonegoro, KPH Parengan, KPH Padangan, dan beberapa lahan hutan milik masyarakat yang ada di Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Tambakrejo.

Pada awal Bulan Februari lalu, tim Universtitas Gajah Mada (UGM) Yogyakkarta telah melakukan kunjungan ke wilayah hutan di di petak 12 RPH Dander BKPH Dander KPH Bojonegoro untuk melihat langsung pola pemanfaatan lahan di kawasan hutan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

hal itu dilakukan berkenaan dengan program tersebut. “Pengembangan sistem agribisnis terintegrasi itu menggunakan pendekatan berbasis pemanfaatan lahan, dengan melibatkan sektor pertanian, kehutanan, peternakan, dan pengolahan pascapanen,” dalam penrnytaannya pada media dosen Fakultas Kehutanan UGM Teguh Yuwono.

Nantinya, direncanankan pola yang digunakan terbagi dalam dua bagian, yakni budidaya tanaman pertanian semusim pada areal tumpangsari serta budidaya empon-empon sebagai bentuk pemanfaatan di bawah tegakan hutan jati.

Kesepakatan kerja sama pemanfaatan lahan hutan di Bojonegoro itu sendiri didasarkan pada nota kesepahaman antara Rektor UGM dengan Bupati Bojonegoro dalam pengembangan agribisnis terintegrasi. (*/mcb)

Leave a Comment