Share

Pertamina-Petrochina Latih Kader Desa Berseri

 

Bojonegoro (Media Center) – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban,  Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menggelar lokakarya Desa Berseri (bersih, sehat dan mandiri) bagi 7 desa ring baik wilayah Tuban dan Bojonegoro, Kamis (3/12).

Tujuh desa itu adalah, Desa Ngampel, Campurejo, Sukosari, Rahayu, Sambiroto, Kebon Agung  dan Desa Bulurejo. Kegiatan lokalatih ini dikuti 152 orang yang diharapkan bisa melahirkan kader-kader penggerak Desa Berseri .

Kegiatan ini digelar JOB PPEJ yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa  ini menggandeng  Grahatma  dan Pusdakota. Dua lembaga itu digandeng karena sudah terbukti melahirkan kader-kader penggerak desa di berbagai pelosok negeri.

“Kami ingin mencetak kader-kader penggerak Desa Berseri. Masing-masing desa mengirimkan 22 orang. Mereka dipilih berdasar penilaian awal yang dilakukan tim Grahatma  dan Pusdakota. Jadi yang dipilih yang diketahui memang punya minat,” kata Field Admin Superitendent JOB PPEJ, Akbar Pradima.

Akbar menjelaskan, program Desa Berseri  ini mengkombinasikan kepedulian pada lingkungan dan kewirausahaan yang berbasis pada sumber daya lokal, berorientasi pada pengembangan aset-aset penghidupan komunitas serta mendayagunakan potensi serta inisiatif komunitas. Selain itu berorientasi pada peningkatan kualitas komuitas  yang berkelanjutan.

“Kualitas hidup masyarakat di sekitar daerah penunjang operasi harus meningkat dan berkelanjutan. Itu penting karena migas itu tidak terbarukan. Jadi kami ingin saat migas sudah habis, kualitas kehidupan masyarakat tidak menurun, tetapi justru meningkat,” tegas Akbar.

Dijelaskan, dalam program ini fokus pada lima bidang yakni pengolahan sampah menjadi pupuk cair dan padat, pembuatan pakan ternak, bank sampah organik, pengembangan home industri kreatif ramah lingkungan dan berbasis 3 R serta pemanfaatan pekarangan untuk budidaya holtikultura.

Anik, Warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro mengaku sebenarnya tidak sadari banyak barang yang dianggap tidak banyak bermanfaat yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan penunjang ekonomi. Salah satunya adalah bambu. Dia mengikuti pembuatan kerajinan dari bambu yang dibuat untuk tempat tisu, tempat buah, maupun tempat sampah.

“Dengan seperti ini bisa memanfaatkan potensi desa yang sudah ada, jadi bahan tidak beli. Desa Sambiroto banyak bambu yang bisa dimanfatkan,” terangnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment