Share

Agens Hayati Bisa Tingkatkan Hara Tanah

Ratusan petani dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Ngajuk, Jawa Timur belajar tentang cara pembuatan agens hayati di Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Rabu (26/2/2014). Agen hayati adalah kelompok musuh alami yang dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

Bojonegoro (Media Center) – Ratusan petani dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Ngajuk, Jawa Timur belajar tentang cara pembuatan agens hayati di Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Rabu (26/2/2014). Agen hayati adalah kelompok musuh alami yang dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

Para petani diajari tentang cara pembuatan jamur atau fungi beauviera sp untuk mengendalikan hama yang biasa menyerang tanaman padi, palawija dan tanaman lainnya. Yaitu wereng coklat, wereng hijau, wereng punggung putih, penggerek batang, wereng loreng, walang sangit, kepik, ulat grayak dan hama pengganggu lainnya.

“Kelebihan dari agen hayati ini tidak membahayakan organisme lain yang tidak mengganggu, juga bisa meningkatkan unsur hara dalam tanah,” ujar Pasiran, salah satu petani dari Kecamatan ngraho yang sudah menggunakan agen hayati ini.

Menurutnya, agens hayati ini ramah lingkungan. Selain itu bisa meningkatkan kandungan hara dalam tanah. Kandungan hara di tanah Bojonegoro ini mulai menipis yakni hanya 1.5%, sementara yang dibutuhkan oleh tanaman mencapai 5%. “Dengan memakai pengendali hama organik ini bisa meningkatkan hara tanah,” lanjutnya.

“Agen hayati ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem yang rusak akibat penggunaan kimia. Karena pada dasarnya agens hayati ini merupakan hewan atau tumbuhan yang dapat mengendalikan serangan hama,” kata Kasi Sumber Daya Manusia (SDM), Joko Pudjo Wiyono di sela-sela pelatihan. (lyamcb)

Leave a Comment