Share

Agrowisata Belimbing Bojonegoro Kian “Merangsang”

Bojonegoro (Media Center) – Agrowisata kebun belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang terpilih sebagai wisata buatan se-Jawa Timur, pada 2015, semakin mengail wisatawan datang.

Wisatawan domestik (wisdom) yang datang ke lokasi di tepian Bengawan Solo itu, tidak hanya berwisata menikmati buah belimbing, yang manis dan segar, akan tetapi juga memanfaatkan lokasi setempat untuk berolahraga.

“Sudah setahun ini pengunjung yang datang tidak hanya sekedar datang berwisata menikmati buah belimbing, tapi juga berolahraga bersama,” kata Kepala Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro Moch. Syafii, dalam perbicangan dengan kanalbojonegoro, Sabtu (30/1).

Ia menyebutkan rombongan pengunjung itu wisatawan domestik (wisdom) asal Purwodadi, Jawa Tengah, yang datang dengan membawa dua bus.

“Mereka pagi berolahraga, kemudian berkeliling dan bernyanyi di aula yang kami sediakan,” jelas dia.

Sebagaimana dijelaskan Syafii, pengunjung kebun belimbing di desa setempat, semakin meningkat, dengan jumlah pengujungnya kalau akhir pekan bisa mencapai 2.000 wisdom.

“Jumlah itu naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, yang rata-rata akhir pekan hanya sekitar 1.000 pengunjung,” ucapnya.

Bahkan, lanjut dia, pengunjung yang datang ke lokasi setempat tidak hanya wisatawan domestik (wisdom), tapi juga wisatawan manca negara (wisman).

“Ada wisman asal Belanda yang datang ke kebun belimbing di sini,” katanya, menegaskan.

Sesuai data, di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, terdapat kebun belimbing dengan luas mencapai 20,4 hektare, dengan jumlah 11.600 pohon. Jumlah pohon belimbing itu belum termasuk yang ditanam di pekarangan warga di desa setempat, dan di Desa Mojo, juga di Kecamatan Kalitidu.

Selain itu, warga juga menanam pohon jambu merah, jambu kristal, juga jambu lainnya.”Adanya tanaman tambahan ini untuk mendukung belimbing yang sudah ada,” tuturnya.

Diatur Perdes
Sebagaimana dijelaskan Syafii, pengelolaan objek wisata agrowisata kebun belimbing di desanya, di atur melalui Peraturan Desa (Perdes) Desa Ngringinrejo, yang mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2014.

Perdes, lanjut dia, juga mengatur terkait karcis tanda masuk lokasi kebun belimbing yang ditetapkan Rp1.000/pengunjung, parkir kendaraan roda dua Rp2.000 dan mobil Rp5.000.

Lebih lanjut ia menjelaskan pengunjung agrowisata kebun belimbing sebagian besar, dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain, Malang, Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, juga Malang, selain lokal.

Selain itu, lanjut dia, juga pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Tengah, mulai Purwodadi, Blora, juga daerah lainnya.

Data di desa setempat, jumlah pengunjung agrowisata kebun belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, mencapai 12.000 wisdom, pada 2015.

Pada hari libur tahun baru 2016, lanjut dia, hanya dalam sehari jumlah pengunjung mencapai 8.782 wisdom.

“Pengelolaannya ditangani kelompok sadar wisata (pokdarwis),” ucapnya.

Terkait produksi belimbing, katanya, rata-rata mampu menghasilkan buah berkisar 50-75 kilogram per pohon/tahunnya.

“Perolehan uangnya bisa sekitar Rp6 juta per pohon/tahun,” tambahnya.

Tidak kurang artis yang juga anggota DPR RI Tantowi Yahya, juga Menteri BUMN Rini Soemarno, pernah berkunjung ke lokasi kebun belimbing yang lokasinya berada di tepian Bengawan Solo.

“Santai di kebun belimbing bersama anak dan istri memang nyaman,” kata seorang pengunjung asal Bojonegoro Djoko Mos, menegaskan.

Mencapai lokasi setempat juga tidak terlalu sulit dari Kota Bojonegoro, ke arah barat sekitar 7 kilometer masuk ke utara sekitar 1 kilometer, yang sebelumnya melewati sebuah gapura dengan monumen buah belimbing yang cukup besar. (*/mcb)

Leave a Comment