Share

Air Waduk Pacal Masih Aman Untuk Pembasahan Bangunan

Bojonegoro, 10/10 (Media Center) – Tampungan air di Waduk Pacal di Bojonegoro, Jawa Timur, dengan ketinggian air pada papan duga 104,66 meter dengan debit 1,3 juta meter kubik masih aman untuk pembasahan bangunan waduk pada musim kemarau.

Petugas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, Bambang Irawan, di lokasi Waduk Pacal Bojonegoro, Rabu (10/10) menjelaskan ketinggian air Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang itu, per 9 September.

Sesuai ketentuan, lanjut dia, ketinggian air Waduk Pacal harus tetap terjaga pada level 104 meter sebagai usaha menjaga bangunan waduk tidak rusak selama musim kemarau.

“Genangan air masih terjadi di kawasan waduk. Adanya genangan air untuk pembasahan bangunan agar tidka rusak,” ucapnya menegaskan.

Menurut dia, air Waduk Pacal tidak dikeluarkan sudah sekitar 2,5 bulan lalu. Meski demikian, air waduk tetap masih ada yang keluar sekitar 0,3 meter kubik melalui pintu pengeluaran.

“Ada kebocoran air di waduk sesuatu yang wajar,” ujarnya.

Dengan masih adanya air itu, menurut dia, sejumlah warga lokal menjaring mencari ikan termasuk para pemancing yang datang dari luar kota.

“Ya sebagian besar pemancingnya warga lokal, selain asal Nganjuk dan Kediri,” ucapnya.

Ia menambahkan pada musim kemarau tahun ini tidak ada kegiatan pekerjaan memperbaiki saluran pelimpas waduk yang jebol akibat banjir bandang beberapa tahun lalu.

Data di kantor Dinas Pengairan menyebutkan Waduk Pacal memiliki daerah irigasi pertanian seluas 16.624 hektare di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas, Sumberrejo, Kepohbaru, dan Baureno. Pada awal dibangun Belanda pada 1933, Waduk Pacal mampu menampung air mencapai 42 juta meter kubik.

Namun, sekarang daya tampungnya menurun, disebabkan sedimen yang masuk waduk mencapai 15 ribu meter kubik per tahun, yang dipengaruhi rusaknya daerah tangkapan air dan rusaknya bangunan pelimpas. (*/mcb)

Leave a Comment