Share

Air Waduk Pacal Bojonegoro Terbuang Melalui Pelimpas

Bojonegoro, 2/3 (Media Center) – Air Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terbuang percuma melalui saluran pelimpas sekitar 9,5 meter kubik/detik, akibat waduk peninggalan Belanda itu penuh terisi air.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pengairan Kecamatan Temayang, Bojonegoro Imam Musholi, di Bojonegoro, Jumat (2/3), menjelaskan air waduk terbuang melalui saluran pelimpas sejak 24 Februari lalu.

“Sampai sekarang air waduk masih terbuang melalui saluran pelimpas sebab waduk masih memperoleh tambahan air hujan. Seperti hari ini di daerah tangkapan hujan waduk turun hujan deras,” kata dia menjelaskan.

Menurut dia, pintu pengeluaran dalam kondisi tertutup. Air yang mengalir melalui saluran pelimpas akan berhenti kalau air yang masuk ke waduk berkurang.

Akibat air tampungan waduk mengalir saluran pelimpas, maka bangunan saluran pelimpas yang diperbaiki secara darurat oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, rusak tergerus air.

Ia menyebutkan ketinggian air pada papan duga di Waduk Pacal mencapai 115,70 meter dengan tampungan efektif sebesar 28,2 juta meter kubik, per 2 Maret.

“Air terbuang percuma, sebab tanaman padi di sepanjang daerah irigasinya tidak membutuhkan air,” ujarnya.

Waduk Pacal, yang pada awal dibangun Belanda pada 1933, dengan luas sawah baku 16.683 hektare, mampu menampung air hujan sebesar 42 juta meter kubik.

Tapi, karena faktor usia, juga tingginya sedimen yang masuk ke dalam waduk, ditambah bangunan pelimpas yang jebol, maka daya tampungnya menyusut. (*/mcb)

Leave a Comment