Share

AJI Bojonegoro Gelar Diskusi Bahas “Open Data”

Bojonegoro, 20/10 (Media Center) – Sebelum menulis sebuah berita atau melakukan peliputan, alangkah baiknya jika melalui beberapa proses pencarian data terlebih dahulu.

Hal ini disampaikan oleh Eko Widianto, salah satu narasumber dalam acara Discussion Of The Result Of Investigation Report yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independent di Hotel Aston, Kamis (19/10/2017) kemarin.

“Karena data merupakan fakta di lapangan sehingga, berita yang ditulis teruji kebenarannya,” kata Pimpinan Redaksi TeraKota.co,id ini.

Acara yang dihadiri 20 orang jurnalis dari media cetak, online, radio, dan televisi ini diberikan contoh slaah satu kasus yang menghebohkan jagat Indonesia. Dengan adanya pemberitaan Dwi Hartanto yang mengaku sebagai seorang ilmuwan.

“Berita bohong ini bisa terjadi karena tidak ada penguatan data di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam menulis sebuah berita jurnalis harus melakukan pengumpulan data, mencari akurasi, dan mempublikasikan informasi sesuai dengan fakta yang sudah didapatkan dilapangan.

“Jangan hanya bilang banyak atau sedikit tapi tidak didukung dengan angka,” tandasnya.

Salah satu peserta dari Radio Bass FM, Jarwati, mengaku, selama ini dalam memberitakan masih banyak kekurangan dalam menyajikan data. Salah satu kendalanya adalah deadline.

“Kadang kalau sudah dikejar deadline ya tidak ada data dalam berita saya, ” ujarnya sambil tertawa.(*dwi/mcb)

Leave a Comment