Share

Ajukan Cerai, PNS Harus Izin Kepala SKPD

Bojonegoro, 7/4 (Media Center) – Kasus perceraian Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro selama tahun 2016 sebanyak 16 kasus. Perceraian terbanyak berada di lingkup pendidikan. Dari jumlah 16 kasus, 10 kasus merupakan PNS yang berprofesi sebagai guru, lainnya dari lingkup Pemkab lima orang dan APD satu orang PNS.

Kasus perceraian PNS merupakan upaya terakhir jika kedua belah pihak sudah tidak bisa mempertahankan hubungan pernikahannya. Sebelum proses perceraian, masing-masing pemohon biasanya dimediasi terlebih dulu oleh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing yang menaungi. “Jadi tidak gampang PNS mengajukan cerai,” ujar Sekretaris Inspektorat Pemkab Bojonegoro, Nur Kalim.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, mekanisme cerai yang diajukan oleh PNS harus membuat surat pengajuan kepada Bupati melalui kepala SKPD masing-masing. Selain itu, lanjut Nur Kalim, kepala SKPD harus melakukan mediasi dan pembinaan kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Mediasi dan pembinaan tersebut diharapkan kedua belah pihak bisa menjalin kecocokan kembali.

“Penggugat yang paling banyak perempuan, karena merasa sudah ditelantarkan suaminya atau secara psikologis sudah tidak kuat dengan hubungan rumah tangganya,” jelasnya.

Sesuai dengan PP nomor 50 tahun 2010, kasus perceraian bisa menjadi pelanggaran ringan, sedang dan berat. Sesuai aturan, kasus tersebut saat ini langsung ditangani oleh kepala dinas masing-masing. Alasannya, untuk mempermudah pencairan tunjangan bagi PNS. Sebelumnya, kasus disiplin PNS ini ditangani oleh Inspektorat. “Karena pelanggaran disiplin ini mempengaruhi pencairan TPP yang akan diberikan,” terangnya.

Sedangkan kasus perceraian hingga bulan April 2017 ini, jumlah PNS di lingkup Pemkab Bojonegoro yang melakukan perceraian sudah ada empat kasus. Dua PNS dari lingkup PNS di Pemkab, dan dua PNS dari tenaga guru.(dwi/mcb)

Leave a Comment