Share

Akses Informasi Pengaruhi KDRT Pada Perempuan dan Anak

Bojonegoro, 27/10 (Media Center) – Kerentanan menjadi sasaran kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh perempuan dan anak bukan hanya karena perempuan dan anak dianggap tidak cukup kuat untuk melindungi diri sendiri, tapi karena kebijakan yang tidak memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan perempuan dan anak.

Ketua Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, menyatakan, dengan adanya keterbatasan akses pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan, dan juga akses terhadap lapangan pekerjaan, secara tidak sadar menempatkan perempuan sebagai manusia kelas dua setelah laki-laki.

“Dilingkungan keluarga anak laki-laki mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih tinggi,” imbuhnya.

Sedang anak perempuan dipersiapkan untuk pekerjaan domestik karena tugasnya nanti sebagai istri. Belum lagi bicara soal kesempatan kerja, akses kesehatan, kesempatan berpolitik dan berorganisasi.

“Sehingga bukan lagi soal secara fisik dianggap lemah sehingga menjadi rentan tetapi struktur sosial dan kebijakan juga berkontrubusi dalam menempatkan perempuan sebagai kaum rentan,” tukasnya.

Belum perempuan yang menjadi korban kekerasan, jangankan bicara bagaimana mencari keadilan bagi mereka, perempuan akan memilih bungkam daripada dikucilkan secara sosial karena dianggap aib.

“Dan saya yakin banyak cerita dibalik semua krisis senyap ini,”tegasnya.

Menururtnya, fasilitas rumah aman bagi perempuan dan anak merupakan kebutuhan mutlak, sebagai penyedia informasi, layanan konseling dan fasilitas rehabilitasi, sehingga tidak ada lagi perempuan dan anak yang rentan karena terbatasnya akses terhadap infomasi.(*dwi/mcb)

Leave a Comment