Share

Diknas Bojonegoro Kurangi Anggaran Jadi Rp61 Miliar

Bojonegoro (Media Center) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Hanafi, mengatakan, instansinya mengalami pengurangan anggaran di dalam APBD 2016, dari Rp97 miliar, kini menjadi Rp61 miliar.

“Ya terpaksa dikurangi menjadi Rp61 miliar untuk anggaran kegiatan yang ada di Dinas Pendidikan,” kata Hanafi,Jumat (29/1).

Dia mengaku, semua kegiatan mengalami penyesuaian dengan adanya penurunan anggaran di dalam APBD 2016, disebabkan adanya penurunan target perolehan pendapatan dana bagi hasil (DBH) migas.

Selama ini, Hanafi menambahkan, penggunaan anggaran terbesar di Disdik ada di bagian ketenagaan. Yaitu, untuk pembayaran guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT) sebesar Rp27 miliar.

“Kalau ini tidak bisa disesuaikan, karena hak pekerja,” ungkapnya.

Ia menjelaskan semua bidang akan menyesuaikan anggaran, antara lain, bidang TK/SD dari pengajuan sebesar Rp24 miliar kini menjadi Rp9 miliar.

Selain itu, bidang SMP/SMA/SMK dari pengajuan sebesar Rp17 miliar kini menjadi Rp4 miliar, bidang PNFI dari pengajuan sebesar Rp9 miliar menjadi Rp8 miliar, dan bagian pemuda dan olahraga dari pengajuan sebesar Rp7 miliar menjadi Rp4 miliar.

Dari keterangan yang diperoleh, Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah memasang pagu anggaran kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di dalam APBD 2016.

Pagu yang telah ditetapkan tersebut membuat beberapa SKPD harus mengalami pengurangan anggaran dikarenakan Dana Bagi Hasil Migas dan Pajak yang diterima Bojonegoro tidak terealisasi sesuai target.(dwi/mcb)

Leave a Comment