Share

Antisipasi Hama Tikus, Petani Lakukan Pengasapan

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Desa Prambatan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bersama petani setempat melakukan upaya pemberantasan hama tikus dengan sistem gropyokan. Gropoyokan kali ini menggunakan alat emposan atau pengasapan supaya tikus keluar dari lokasi persembunyian.

“Gropyokan kali ini dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama tikus,” kata Mantri Pertanian Kecamatan Balen, Marjuki, Senin (26/10).

Dia menyampaikan, saat ini intensitas hama tikus masih belum dikatakan meningkat. Namun, berharap dengan adanya gropyokan ini para petani tidak terlena dan tetap menjaga kewaspadaan.

“Alhamdulillah, tidak ada serangan hama untuk pertanian di Kecamatan Balen,” tambahnya.

Dia menyatakan, dengan menggunakan alat emposan ini mampu membuat tikus keluar dari lubang persembunyiannya akibat pengaruh asap belerang yang disemprotkan. Sehingga, efektif digunakan bagi petani untuk menyelamatkan padi terlebih saat siap panen.

“Saat ini, lahan sawah milik petani di seluruh Kecamatan Balen ada sekitar 800 hektar,” tandasnya.

Dia menyebutkan, petani di Kecamatan Balen sekarang memasuki masa tanam kedua dengan usia padi rata-rata 14-40 hari. Meski kekurangan air, namun hal itu dapat teratasi dengan menyedot air dari sungai Bengawan Solo.

“Di Desa Prambatan sendiri, luas lahan sawahnya sekitar 30 hektar dan baru berusia dua mingguan,” pungkasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment