Share

Antisipasi Sebaran Kluster Pekerja Migas, Disperinaker Bojonegoro Imbau Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Bojonegoro, Media Center – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro mengimbau kepada semua pekerja dan kontraktor migas untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Imbauan tersebut menyusul ditetapkannya pekerja migas sebagai kluster baru penyebaran Covid-19 oleh Gugus Tugas Kabupaten.

Ada 56 pekerja proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang terpapar Covid-19. Dari jumlah itu 51 pekerja isolasi di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, 4 pekerja di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, dan 1 pekerja isolasi mandiri.di rumah.

Kepala Bidang Hubungan Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Warsono mengaku telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di mess karyawan dan rumah-rumah warga yang dipakai indekost pekerja proyek gas JTB. Sidak dilakukan bersama gugus tugas penanganan Covid 19 dan maincont (pemberi kerja).

“Kita juga beri pembinaan agar pedoman pencegahan pelaksanaan termasuk pada masa transisi tatanan normal baru tetap dijaga dan dilanjutkan,” ujar Warsono dihubungi, Kamis (23/7/2020).

Antisipasi penyebaran Covid-19 dari kluster pekerja migas juga telah diantisipasi Pemerintah Kecamatan Gayam. Sebab, tak sedikit pekerja migas yang indekost di rumah-rumah warga di Kecamatan Gayam.

“Data di kami ada 400 pekerja yang kost di rumah-rumah warga yang tersebar di 12 desa,” sambung Camat Gayam dikonfirmasi terpisah.

Agus mengimbau kepada pekerja dan kontraktor migas untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja. Mulai dari membiasakan cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak.

Pihaknya bersama Forkompimcam Gayam dan pemerintah desa berinisiatif membentuk pamswakarsa di masing-masing desa yang terdiri dari linmas untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Kita akan tingkatkan pengawasan. Seperti jika ada tamu yang menginap 1×24 jam wajib lapor,” tegasnya.

Senada disampaikan Camat Kalitidu Imam WS. Menurutnya, banyak pekerja migas dari luar daerah yang indekost di rumah-rumah warga di wilayahnya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama gugus tugas desa telah melakukan rapat koordinasi dengan semua perusahaan yang terlibat di proyek gas JTB dengan difasiltasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) untuk antisipasi penyebaran Covid-19. Di antaranya memberikan pemahaman kepada pemilik rumah kost agar membantu pemantauan para pekerja untuk mencegah penyebaran virus agar tidak semakin meluas.

“Dalam rakor sudah disepakati koordinasi dan komunikasi antara gugus tugas desa dengan perusahaan, dan tempat kost, agar patuh protokoler kesehatan Covid 19,” tutur Imam.

Sementara itu, pelaksana proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement and Construction-Gas Processing Facility/EPC-GPF) JTB, PT Rekaya Industri (Rekind) telah melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan melakukan rapid tes massal kepada semua pekerjanya. Dari 4.200 pekerja yang sudah dirapid tes hingga 22 Juli 2020 sebanyak 2.750 orang.

“Kami targetkan Sabtu pekan ini tuntas. Semua pekerja dirapid test,” Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin dikonfirmasi terpisah.

Selain rapid test massal, lanjut Zainal, Rekind juga telah membentuk tim khusus, yaitu Covid Ranger. Anggota tim Covid Ranger ini terdiri dari Security, BKO (TNI), Comdev, dan HSE.
Di antara tugasnya adalah mengingatkan kepada pekerja untuk memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan mengukur suhu tubuh.

Ditambahkan, bagi pekerja luar daerah sebelum mulai bekerja harus menjalani karantina lebih dulu selama 14 hari yang sudah disediakan perusahaan. Selain itu juga rutin dipantau kesehatannya.

“Jika masa karantina kondisinya sehat maka baru kita perbolehkan bekerja,” pungkasnya.(Dwi)

Leave a Comment