Share

Antisipasi Spekulan di Pembebasan Tanah Pengeboran PetroChina

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini mengantisipasi praktik spekulan tanah  di lahan untuk pengeboran minyak oleh Join Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB-PPEJ). Caranya dengan memberikan sosisialisasi ke warga Banjarsari yang kemungkinan lahannya terkena pembebasan lahan.

Sesuai jadwal, pihak Pertamina-PetroChina hendak membebaskan lahan seluas 4,8 hektare di Desa Banjarsari. Lokasi itu digunakan untuk pengeboran miring sumur minyak yang porosnya berada di bawah Alun-alun Kota Bojonegoro dan sekitarnya. Untuk menggunakan teknologi bor miring, pipa harus melewati Sungai Bengawan Solo—yang lokasinya berseberangan antara Desa Banjarsari dengan Alun-alun berjarak sekitar 1,2 kilometer.

Kepala Desa Banjarsari, Mukhamad Gupianto mengatakan, lahan yang dibutuhkan Pertamina-PetroChina seluas 4,8 hektare. Lokasi yang sudah disiapkan sekitar 10 hektare dan berada di sepanjang Sungai Bengawan Solo Desa Banjarsari. Namun, lokasi tepatnya belum diketahui karena harus menunggu survey dari pihak SKK-Migas dan Pertamina-PetroChina serta dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Kami, harus menunggu dahulu, biar ada kepastian,” ujarnya pada Rabu 9 September 2015.

Ia mengatakan, pihaknya harus hati-hati menunjuk lokasi tanah yang akan dibebaskan untuk pengeboran. Alasannya, jika lokasi tanah disebutkan, maka nantinya para spekulan akan datang. Sebelum para spekulan datang, dirinya bersama warga Banjarsari pemilik lahan, untuk tetap hati-hati tiap ada orang yang hendak membeli tanah. Karenanya bersama Pemerintah Bojonegoro, nanti dibuat kesepakatan bersama soal jual-beli tanah.

“Jadi, jual beli harus melibatkan pemilik tanah langsung,” imbuhnya.

Pihak Join Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB-PPEJ) menjadwalkan melakukan bor miring minyak yang terpendam di bawah Alon-alon Kota Bojonegoro, Jawa Timur. Kandungan minyak di Alon-alon Kota Bojonegoro diprediksi mencapai 20 juta barel.

Menurut Field Manager JOB-PPEJ, Junizar H Dipodiwiryo, pihaknya telah mengajukan sejumlah izin untuk proses pengeboran dengan sasaran minyak di bawah Alon-alon Kota Bojonegoro. Lokasi Alon-alon yang berdampingan dengan Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Masjid Jami’ dan perkantoran penting lainnya, ditaksir terdapat kandungan minyak sebanyak 20 juta barel.

”Kita akan gunakan teknologi bor miring,” ujarnya.(dj/*mcb)

Leave a Comment