Share

Apindo Bojonegoro Sepakat UMK 2016 Rp1.461.000

Bojonegoro (Media Center) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sepakat besarnya upah minimum kabupaten (UMK) 2016 Rp1.461.000 per bulan, naik dibandingkan UMK 2015, sebesar Rp1.311.000 per bulan.

Kepala Disnakertransos Bojonegoro Adi Witjaksono, di Bojonegoro, Senin, mengatakan, Apindo yang masuk sebagai anggota Dewan Pengupahan tidak keberatan besarnya UMK 2016 ditetapkan sebesar Rp1.461.000 per bulan.

“Jajaran anggota Dewan Pengusahan, termasuk Apindo sudah sepakat terkait kenaikan besarnya UMK 2016, menjadi Rp1.461.000 per bulan,” katanya, menjelaskan.

Berdasarkan hasil rapat, katanya, besarnya kenaikan UMK 2016 untuk kenaikannya sebesar 8 persendari UMK lama sebesar Rp1.311.00 per bulan. Perhitungan itu, mengacu Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Di dalam ketentuan itu, lanjut dia, untuk menentukan UMK formulanya yaitu UMK lama x 11,5 persen, dengan memperhitungkan inflasi 6,83 persen ditambah produk domestik bruto (PDB) 4,67 persen.

Lebih lanjut ia menjelaskan besarnya UMK 2016 itu, sudah ditandatangani Bupati Bojonegoro Suyoto dan diusulkan kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, untuk memperoleh penetapan, pekan lalu.

“Selama ini usulan UMK 2016 selalu memperoleh persetujuan Gubernur Jawa Timur, bahkan kadang lebih besar dibandingkan usulan,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Penempatan Ketenagakerjaan Disnakertransos Ruslantoyo, menambahkan.

Data di Disnakertransos, di daerah setempat terdapat 352 perusahaan terbesar perusahaan yang bergerak di bidang pertembakauan dengan buruh mencapai 24.000 orang. (*/mcb)

Leave a Comment