Share

Apresiasi Karya Tulis, Teater Awu Gelar Tadarus Sastra

Tetare Awu SMKN 2 Bojonegoro menggelar diskusi sastra dalam acara bertajuk Tadarus Sastra, Sabtu (8/3/2014) malam. Acara ini merupakan sebuah apresiasi untuk karya tulis pelajar.

Bojonegoro (Media Center) – Tetare Awu SMKN 2 Bojonegoro menggelar diskusi sastra dalam acara bertajuk Tadarus Sastra, Sabtu (8/3/2014) malam. Acara ini merupakan sebuah apresiasi untuk karya tulis pelajar.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 jam tersebut dihadiri pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang peduli dengan perkembangan sastra. Tak hanya diskusi dan dialog sastra, kegiatan tersebut dimeriahkan oleh aksi teatrikal, perkusi hingga pembacaan puisi.

Di sela diskusi sastra ini, Yonathan Raharjo, pengarang novel “Lanang” serta pemateri diskusi menegaskan bahwa dalam bersastra dibutuhkan penguasaan ragam bahasa dan membaca.

“Yang dimaksud membaca bukan hanya membaca tulisan saja, tetapi seorang calon penulis dituntut berlatih membaca situasi, membaca kejadian sampai membaca gerak- gerik seseorang, dan setelah itu baru diapresiasikan dalam tulisan. Baik puisi, cerpen sampai ketahap yang lebih sulit yaitu novel,” ungkapnya di depan para peserta diskusi.

“Niat untuk menulis itu jangan pernah mengharapkan bayaran,” lanjut sastrawan nasional kelahiran asli Bojonegoro.

Burhanudin Joe, pembina Teater Awu juga mengatakan bahwa menulis itu tidak sekedar menulis. Tetapi juga implementasi dari imajinasi dan kreatifitas.

“Menulis itu membutuhkan imajinasi yang kuat,” ujarnya.

DenganTadarus sastra diharapkan para penulis pemula untuk senantiasa sigap dan peka berapresiasi dalam karya sastra dan memperbanyak membaca untuk menguasai kosa kata. (lyamcb)

Leave a Comment