Share

Ari Lasso Pernah Jadi Korban Banjir Bojonegoro

Bojonegoro, 1/5 (Media Center) – Penyanyi Ari Lasso mengaku pernah menjadi pengungsi korban banjir luapan Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ketika semasa kecilnya ketika bertempat tinggal di rumah dinas Perhutani di Jalan Sawunggaling pada 1984.

“Saya pernah mengalami banjir Bengawan Solo sehingga harus mengungsi selama sepekan. Tapi mengungsinya di hotel,” kata dia, ketika tampil di taman hiburan Gofun Bojonegoro, Minggu (1/5).

Ia menceriterakan pengalaman itu karena semasa kecilnya pernah bertempat tinggal di Bojonegoro selama dua tahun pada 1983-1984 sebelum akhirnya melanjutkan sekolah ke Surabaya.

Selama di Bojonegoro, ia bersekolah di SDN Kadipaten 2, sehingga ketika konser di daerah setempat sempat menanyakan teman-temannya semasa SDN.

“Tadi ada teman-teman semasa SDN berkirim pesan singkat ingin bertemu. Barangkali yang menonton di sini ada teman saya,” ucapnya kepada ribuan penonton di taman hiburan GoFun.

Beberapa penonton mengacungkan tangannya, tetapi ketika diberi pertanyaan guru semasa ia bersekolah tidak bisa dijawab dengan tepat penonton.”Wah bohong ini,” ujarnya disambut tawa penonton.

Yang jelas, menurut dia, kehadirannya bisa tampil di Bojonegoro mengobati kerinduannya dengan kota yang pernah menjadi tempat tinggalnya.

“Kerinduan saya dengan Bojonegoro terobati dengan saya tampil disini. Jadi saya sudah 32 tahun tidak melihat Bojonegoro. Tadi sebelum tampil saya sempat menenggok rumah yang pernah saya tempati,”tuturnya.

Penampilan perdananya di Bojonegoro itu, ia membawakan 16 lagu dengan diikuti ribuan penonton dan hanya sesekali duet dengan penyanyi latar.

“Saya tidak akan banyak membawakan lagu-lagunya Dewa 19, sebab kami juga akan reuni di Bojonegoro bersama Dewa 19,” kata dia menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment