Share

Asosiasi Jagal dan Pedagang Pertahankan Harga Daging

Bojonegoro (Media Center) – Asosiasi jagal dan pedagang sapi di kabupaten Bojonegoro, terus berupaya mempertahankan harga daging sapi supaya stabil. Yakni tidak lebih dari Rp100.000 per kilogram selama puasa sampai Hari Raya Idul Fitri.

“Kami meminta kepada anggota kami tetap mempertahankan harga daging di bawah Rp100.000 per kilogram, agar tetap bisa terjangkau masyarakat,” kata Ketua Asosiasi Jagal/Pedagang Sapi Bojonegoro Mukayan pada kanalbojonegoro.com, Rabu (8/6).

Dia mengatakan, saat ini, harga daging sapi kualitas super yang berlaku tetap stabil Rp 98.000 per kilogram, sedangkan kualitas kedua Rp 92.000 per kilogram.

“Harga daging sapi yang berlaku sekarang sudah berlangsung lama,” jelas dia.

Padahal, lanjut dia, harga sapi hidup di tingkat peternak sudah naik berkisar Rp1 juta-Rp 2 juta per ekor sejak beberapa bulan lalu, sehingga kalau terjadi kenaikan harga lagi bisa mengakibatkan naiknya harga daging sapi.

“Kenaikan harga sapi hidup karena stok sapi jantan semakin berkurang, sedangkan sesuai ketentuan menyembelih sapi betina dilarang,” ucapnya.

Sesuai data, ada 14 jagal sapi yang menjadi anggota asosiasi, dan 50 pedagang sapi. Penyembelihan sapi rata-rata sekitar 20 ekor sapi per harinya untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Bojonegoro.

“Pedagang sapi yang menjadi anggota kami sekarang ini mulai kesulitan memperoleh sapi di lokal,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment