Share

Atasi Dampak Ekonomi Akibat Corona, Bojonegoro Kucurkan Rp20 Miliar untuk Pedagang Ultra Mikro

Bojonegoro, Media Center – Mewabah virus corona atau COVID-19 ini telah berdampak pada sosial ekonomi masyarakat. Pendapatan para pedagang pasar di wilayah Kabupaten Bojonegoro menurun drastis.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah akan mengucurkan dana stimulan sebesar Rp 20 miliar untuk pedagang pasar. Tujuannya membantu menyelesaikan masalah ekonomi para pedagang agar tidak terjerat pelaku rentenir.

Dana stimulan ultra mikro tersebut disalurkan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Batas pinjaman maksimal Rp 2,5 juta setiap pedadang. Dengan bunga rendah hanya 3 persen setahun, jauh di bawah awalnya 6 persen.

Dana stimulan ultra mikro akan dialokasikan untuk pedagang skala sangat kecil di 11 pasar daerah dan 78 pasar desa se Kabupaten Bojonegoro.

Bupati Anna menjelaskan, kebijakan yang dilaksanakan Pemkab Bojonegoro ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Covid-19.

“Selama ini mereka masih banyak terjebak oleh rentenir. Semoga dengan stimulan ini bisa membantu mereka mengatasi masalah ekonomi,” harap Bu Anna saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Kapas, Senin (30/3/2020).

Pada sidak tersebut, Bupati juga meminta kepada para pelaku koperasi simpan pinjam tidak memaksa para pedagang membayar cicilan akibat bencana Covid-19.(Dwi)

Leave a Comment