Share

Atasi Masalah Pupuk di Bojonegoro, Pemkab Gelar Dialog dengan Petani

Masih adanya kekhawatiran mengenai ketersediaan pupuk di Bojonegoro, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur terus melakukan terobosan antisipatif

Bojonegoro (Media Center) – Masih adanya kekhawatiran mengenai ketersediaan pupuk di Bojonegoro, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur terus melakukan terobosan antisipatif.

Salah satunya adalah dengan menggelar dialog dengan petani, hari ini (27/3/2014) di Balai Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu Bojonegoro diselenggarakan dialog dengan petani terkait ketersediaan pupuk untuk kebutuhan masa tanam.

Pertemuan yang bertajuk pemberdayaan Intenfikasi Tanah Pekarangan (Intap) dan pupuk organik, Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto MSI, bakal berdialog langsung dengan petani dari Sukosewu, Kedungadem, Kapas, Sumberrejo, dan Sugihwaras.

Salah satu yang menjadi prioritas pembahasan adalah mengenai keterlambatan pupuk untuk musim tanam II. Tujuan dari dialog tersebut, diantaranya adalah untuk menemukan solusi dalam memenuhi kebutuhan pupuk petani di Bojonegoro saat memasuki masa tanam.

Sementara itu, data dari Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, jumlah lahan areal tanam di Bojonegoro pada tahun 2014 adalah seluas 185.967.000 hektar (ha). Dengan asumsi kebutuhan pupuk sebanyak 287.824 ton pemerintah telah menetapkan penyaluran pupuk 111.533 ton yang terdiri dari jenis urea, sp, za, npk, dan organik. Hal itu membuat Bojonegoro masih mengalami kekurangan pasokan pupuk sekitar 176.391 ton, atau 62% dari total kebutuhan, khususnya di wilayah timur dan selatan. (*/tinmcb)

Leave a Comment