Share

Atasi Persoalan Petani, Pemkab Bojonegoro Luncurkan Program KPM

Bojonegoro, Media Center – Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lumbung pangan nasional di Jawa Timur. Kabupaten Bojonegoro berada dirangking teratas karena dinilai berhasil meningkatkan produksi pertanian.

Kabupaten Bojonegoro dilewati Sungai Bengawan Solo, sehingga memiliki keunikan dan permasalahan yang dihadapi pada sektor pertanian.

Seperti terjadinya gagal panen akibat serangan hama, sulitnya pengairan karena musim kemarau panjang, hingga bencana banjir yang kerap terjadi di musim penghujan.

Fenomena itu menuntut pemerintah terus berupaya serius menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para petani secara berkelanjutan.

Plt Kepa Dinas Pertanian, Helmy Elizabeth menjelaskan, Pemkab Bojonegoro hingga saat ini sudah banyak melakukan upaya menangani gagal panen. Diantaranya mensosialisasikan ramalan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kepada petani tentang pergantian musim. Tujuannya petani bisa memprediksi kapan saatnya mulai tanam dan kapan saatnya untuk mengubah pola tanam.

Upaya tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Pertanian dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU.SDA) sebagai penyedia irigasi bagi daerah-daerah yang rawan kekeringan melalui kantung-kantung air. Selain itu, juga menyediakan asuransi pertanian sebagai antisipasi jika terjadi gagal panen.

“Melengkapi semua itu, sekarang ini Pemkab membuat terobosan baru yaitu Program Petani Mandiri yang melahirkan Kartu Petani Mandiri (KPM),” tegas Helmy, Senin (22/7/2019).

Program KPM akan diluncurkan di Desa Ngujung, Kecamatan Temayang, Selasa (23/07/2019) besok. Program ini merupakan sebuah inovasi terbaru dari Pemkab Bojonegoro, sebagai solusi bagi para petani dalam menghadapi gagal panen.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengungkapkan, KPM ini diperuntukan bagi petani (pemilik/penggarap) yang sudah tergabung dalam kelompok tani yang ada di Bojonegoro. Banyak sekali manfaat yang akan didapat dengan kartu ini.

Namun untuk mendapatkannya harus dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Pendataannya juga harus dilakukan secara akuntabel sehingga pendistribusiannya bisa tepat sasaran.

“Saya berharap program KPM ini dapat mengobati luka petani saat menghadapi gagal panen. Pemerintah dan masyarakat harus dapat berkolaborasi dengan baik untuk mensukseskan program ini,” harap Bupati Anna. (Rin/Dwi)

Berikut Syarat Memperoleh KPM :

Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan KPM:

  1. Tergabung dalam kelompok tani,
  2. Memiliki lahan kurang dari 2 Ha,
  3. Fotokopi Kartu Keluarga,
  4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau surat keterangan Kependudukan dan Catatan Sipil,
  5. Fotokopi Sertifikat Kepemilikan tanah atau Surat Keterangan yang dikeluarkan Kepala Desa/Lurah setempat disertai bukti fotokopi SPPT PBB.

Manfaat KPM bagi petani:

  1. Memberikan akses bagi rumah tangga/keluarga petani untuk mendapatkan bantuan modal yang berwujud barang dengan nilai maksimal Rp. 10.000.000,00
  2. Memberikan akses prioritas pelatihan dan pengembangan usaha tani
  3. Jaminan pembelian hasil pertanian bekerjasama dengan Bum. Desa dan BUMD
  4. Asuransi Gagal panen dan/ peternakan
  5. Sebagai akses untuk meperoleh beasiswa bagi keluarga pemegang KPM.

Leave a Comment