Share

Awas Wereng Coklat

Bojonegoro (Media Center)
Dinas Pertanian menyosialisasikan bahaya wereng coklat saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif, Jum’at (13/12/2013) di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. “Salah satu kebiasaan wereng coklat adalah mereka tumbuh berkembang di tempat makanan mereka,” kata Suparno. Petugas OPT Kec. Kapas.

Wereng coklat sendiri mempunyai daur hidup selama 25-30 hari, yang daya tahan hidupnya dipengaruhi oleh cuaca dan jenis tanaman padi. “Jenis padi tertentu juga berpengaruh terhadap perkembang biakan wereng coklat itu,” tambahnya.

Memasuki musim penghujan, Bojonegoro termasuk rentan serangan hama wereng coklat. Ada beberapa bahan pestisida yang mampu untuk menggagalkan penetasan telur hama, penggunaan jenis pestisida itu dihimbau penggunaanya.

“Kita harus waspada, mulai dari pembibitan yang dapat dideteksi secara dini,” jelasnya. Deteksi dini itu dapat mengendalikan pertumbuhan wereng di fase-fase selanjutnya.

Kunci lain untuk pengendalian hama wereng coklat adalah informasi yang cepat dari seluruh elemen. “Informasi yang cepat juga sangat penting,” tambahnya.

Hama wereng coklat ini dapat menyebabkan tanaman padi mati kering dan tampak seperti terbakar atau puso, serta dapat menularkan beberapa jenis penyakit.

Tanaman padi yang rentan terserang wereng coklat adalah tanaman padi yang dipupuk dengan unsur N terlalu tinggi dan jarak tanam yang rapat merupakan kondisi yang disenangi wereng coklat.

Beberapa varietas tertentu terutama ketan juga sangat rentan terhadap wereng. Pengendalian bisa dilakukan dengan penggunaan varietas tahan, pengurangan penggunaan pupuk N dan insektisida aplaud, mipcin, winder, konfidor, OBR, plenum dan lain sebagainya. (*ramcb)

Leave a Comment