Share

Badan Geologi: Gunung Pandan dan Puru Kecil Kemungkinan Meletus

Bojonegoro, 10/8 (Media Center) – Peneliti Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bandung, Dr Igan S Sutawidjaja mengatakan dua gunung yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yaitu Gunung Pandan dan Puru, Alasannya bahwa, panas bumi perut dua gunung itu, hanya sisa-sia dua juta tahun silam dan kini mengecil.”Kemungkinan besar tidak akan meletus,” ujarnya pada Kanalbojonegoro Jumat 6 Agustus 2016.

Igan S Sutawidjaja, panas bumi di Gunung Pandan yang di sekitarnya juga muncul Gunung Puru, bisa muncul karena ada yang menerobos di sela-sela permukaan tanah. Kebetulan, tanah di Pegunungan Pandan adalah lempung dan cenderung lembek. Batu yang menerobos akibat dorongan panas bumi ini, muncul karena terjadi erosi di permukaan tanah. Hingga kemudian, batu yang disertai lumpur serta gas berbau belerang ini, muncul ke sela-sela tanah lempung.

Menurut geolog Institut Teknologi Bandung ini, lumpur disertai gas, kemungkinan besar muncul pada saat terjadi hujan deras. Karena apa? Tanah-tanah di permukaan Gunung Pandan dan Puru, erosi dan melorot ke bawah. Dengan kondisi itu berdampak pada mengelupasnya permukaan tanah pegunungan dan terjadi batu dari bawah menerobos ke atas. “Makanya, semburan lumpur cenderung eluar setelah hujan,” tandasnya.

Igan S Sutawidjaja menyebutkan, pada dua juta tahun silam, bisa jadi di bawah perut Gunung Pandan dan Puru, kandungan magmanya banyak dan sudah keluar. Biasanya, jika kandungan magmanya banyak, biasanya permukaan tanah di atas Gunung Pandan dan Puru akan panas. Mirip seperti sejumlah gunung berapi yang aktif di beberapa tempat di Jawa Timur, Jawa Tengah dan jawa Barat. Sebaliknya, sekarang ini, kondisi permukaan tanahnya dingin. Kalaupun kemudian ada muncul semburan lumpur, itu pun volumenya tidak sebesar, gunung berapi yang aktif.

Hanya saja, lanjut Igan, kemungkinan akan ada lagi ditemukan semburan lumpur disertai gas di sekitar perbukitan Gunung Pandan dan Gunung Puru. Apalagi jika kemudian, terjadi banyak erosi di sekitar pegunungan tersebut. Karena, semakin banyak erosi, maka ada celah batu di dalam yang muncul di permukaan tanah.”Bisa jadi, akan ada lagi, ditemukan semburan lumpur,” tandasnya.

Pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral menyatakan Gunung Puru dan Gunung Pandan, dinyatakan aktif. Meski aktif kedua gunung tersebut tidak berbahaya karena kandungan magma relative kecil berikut lapisan tanahnya tebal. “Aktif, tapi tidak berbahaya,” ujar Kepala Dinas ESDM Bojonegoro Agus Supriyanto, pada Rabu 26 Juli 2016.

Meski demikian, lanjutnya, masyarakat yang tinggal di sekitarnya gunung selatan Kota Bojonegoro, tidak terlalu dekat dengan semburan lumpur. Warga di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Bojonegoro—pemukimannya berjarak sekitar tiga kilometer, untuk tetap berhati-hati.

Sebelumnya Badan Lingkungan Hidup Bojonegoro, telah mengambil sample lumpur dari Desa Kerondonan, Gondang, untuk dibawa ke Laboratorium BLH Jawa Timur di Surabaya. Pengiriman sample dilakukan tim dari BLH Bojonegoro, yang datang ke lokasi semburan pada Selasa sore 25 Juli 2016. “Sampel telah kita bawa ke Surabaya ,” ujar Kepala Bidang Pengkajian dan Laboratorium Lingkungan BLH Bojonegoro, Hary Susanto. (*/mcb)

Leave a Comment