Share

Bahas Geoheritage, Tim UPN Veteran Kunjungi ‘Wong Kalang’ dan Museum 13

Bojonegoro (Media Center) – Kunjungan tim dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta kembali dilakukan di Bojonegoro, Selasa (24/11). Kunjungan ini dilakukan untuk melanjutkan penelitian pengembangan wilayah di Kabupaten Bojonegoro menjadi Geoheritage.

Salah satu peneliti UPN Veteran, Prof. Sudjatmiko mengatakan, dalam kunjungannya kali ini, ada beberapa tempat yang akan dituju. Diantaranya adalah wilayah sumur tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan dan situs Kubur Batu Wong Kalang di Desa Kawengan.

“Potensi Bojonegoro untuk geoheritage dan geopark cukup besar karena ada berbagai temuan di bidang arkeologi juga adanya sumber minyak yang ditambang tradisional,” jelasnya.

Dalam kunjungannya di Kubur Batu Wong Kalang, tim UPN Veteran melakukan pengambilan titik koordinat untuk memetakan lokasi. Tak hanya itu, tim juga mengunjungi Museum 13 yang menyimpan berbagai temuan arkeologi baik fosil maupun artefak yang ditemukan di wilayah Bojonegoro.

“Nantinya di Bojonegoro akan dibangun museum yang memadai, ada kemungkinan koleksi-koleksi di Museum 13 ini akan mengisi ruangan khusus di sana,” lanjutnya.

Museum 13 Bojonegoro yang berdiri tahun 1989 ini menampung hasil temuan para siswa SDN Panjunan II yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler kepurbakalaan. Selain diajarkan teori dibangku sekolah murid-murid SDN Panjunan II ini juga diajarkan bagaimana cara eskavasi (penggalian dan pengangkatan) fosil purba, artefak dan juga cara pemeliharaan juga bagaimana cara perawatan fosil-fosil yang merupakan kekayaan alam terpendam di Kabupaten Bojonegoro yang sudah semestinya dilindungi dan di jaga.

“Yang ada di Museum 13 ini hanya sebagian kecil temuan, labih banyak temuan lain yang dihibahkan ke museum lain seperti Museum Rajekwesi Bojonegoro,” terang Hary Nugroho, pengelola Museum 13 yang sekaligus guru di SDN PAnjunan II.(mcb)

Leave a Comment