Share

Bak Pia Bojonegoro Disukai Mahasiswa Belgia

Bojonegoro (Media Center) – Kue bak pia bukanlah monopoli kue khas Yogyakarta, karena di Bojonegoro, Jawa Timur, juga memiliki kue Bak Pia, yang diproduksi Hari Sudarwati, pensiunan pegawai negeri sipil (PNS).

Bahkan, Bak Pia produksi warga Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota itu, sempat melalang buana ke negara kincir angin Belanda, yang dibawa PNS Nove Zain Wisuda, yang menjalani pendidikan di KIT (The Royal Tropical Institute) Belanda.

“It’s perfect” (ini sempurna),” ucap Nove, menirukan tanggapan seorang Mahasiswa Belgia Kerlijn Van Asche, yang menjalani pendidikan mata kuliah “Human Resources for Health” di KIT, Rabu (2/3).

Nove mengaku kemudian menanyakan apakah rasanya tidak terlalu manis, dengan alasan kue bak pia yang dibawa itu, masih kalah manis dibandingkan kue bak pia yang banyak beredar di pasaran.

Sambil tersenyum dengan nada meyakinkan Mahasiswa Universitas Berlin asal Belgia itu, menjawab,”No, it is not too sweet, very delicious” (ini tidak terlalu manis, sangat enak),” katanya, menegaskan.

Menanggapi hal itu, pembuat bak pia Hari Sudarwati, mengaku sangat senang, ternyata bak pia buatannya disukai di luar negeri, meskipun dibawa seorang PNS di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, yang menjalani pendidikan kesehatan di Belanda.

“Saya tidak hanya membuat bak pia, tapi juga membuat berbagai aneka kua basah lainnya, seperti bavel, dorayoki, dan bolu,” jelas dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan dirinya mulai menekuni membuat berbagai aneka kue basah, sejak pensiun sebagai PNS, dua tahun lalu.

“Ya, belajar sendiri. Cuma harga kue saya harganya lebih mahal dibandingkan kue sejenis yang ada di pasaran, sebab saya tidak memanfaatkan pengembang dan pengawet,” ucapnya.

Pertimbangannya, menurut dia, kalau kue memanfaatkan ramuan pengembang atau pengawet, memang bisa jadi lebih, sehingga harga bisa lebih rendah.

“Tapi rasanya pahit,” ucapnya, menegaskan.

Ia memberikan gambaran kue bak pia di tempatnya harganya Rp1.500 per biji, tapi di luaran harganya Rp1.000 per biji. Khusus kue bak pia, ia bisa menjual rata-rata berkisar 200-400 kue per hari, bahkan bisa mencapai 800 kue, kalau ada pesanan.

“Pemasaran kue saya ada yang saya titipkan di restoran, tapi banyak juga yang didatangi pedagang kecil “melijo”,” jelas dia. (*/mcb)

Leave a Comment