Share

Balai Besar Identifikasi Kerusakan Parapet Bengawan Solo

Bojonegoro. 6/1 (Media Center) – Tim petugas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, melakukan identifikasi parapet Bengawan Solo dengan panjang sekitar 3 meter yang mengalami kerusakan di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Sabtu (6/1).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, menjelaskan tim Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo dan BPBD melakukan identifikasi kerusakan parapet Bengawan Solo di Kabalan, Kecamatan Kanor.

“Parapet Bengawan Solo sepanjang 3 meter di desa setempat terbuka karena posisinya yang seharusnya tegak mengalami kerusakan agak menjorok ke Bengawan Solo,” ucap dia menjelaskan.

Oleh karena itu, lanjut dia, dari hasil identifikasi itu Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, akan melakukan penanganan kerusakan parapet di desa setempat.

Hanya saja, lanjut dia, kerusakan parapet itu menjorok ke Bengawan Solo maka kecil kemungkinan jebol. Hanya saja, air luapan Bengawan Solo, bisa masuk melalui parapet yang terbuka itu.

“Rencananya penanganan parapet yang rusak akan dikerjakan Minggu (7/1),” ucapnya menegaskan.

Dari data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo di taman Bengawan Solo (TBS) terus merangkak naik hingga mencapai 13, 74 meter pukul 18.00 WIB.

Bupati Bojonegoro Suyoto, sebelumnya meminta masyarakat di pinggiran Bengawan Solo untuk tidak panik, namun tetap hati-hati dalam menghadapi kemungkinan sungai terpanjang di Jawa di daerah setempat akan menimbulkan banjir.

“Masyarakat saya minta tidak panik, tetapi tetap waspada,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment