Share

Balai Besar Paparkan Desain Rinci Jaringan Irigasi

Bojonegoro (Media Center) – Balai Besar Sungai Wilayah Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, memaparkan desain rinci (detail design) jaringan irigasi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang memanfaatkan tanah “solo vallei werken” (SVW) kepada pemkab, Rabu (17/11).

“Kami sudah menerima paparan terkait rencana Balai Besar Bengawan Solo, yang akan mengembangkan jaringan irigasi dengan memanfaatkan tanah “SVW”,” kata Asisten II Pemkab Bojonegoro Setyo Yuliono, Kamis (19/11).

Ia menjelaskan rencana Balai Besar Bengawan Solo terkait pengembangan jaringan irigasi di daerahanya itu, disampaikan konsultan perencanaan PT Indra Karya.

Sesuai keterangan yang diperoleh, katanya, panjang jaringan irigasi mulai Bojonegoro sampai Gresik panjanngya 288 kilometer, di antaranya, di Bojonegoro dan sebagian Lamongan, sepanjang 110 kilomter.

Dari data tanah “SVW” mulai Bojonegoro sampai Gresik, panjangnya mencapai 288 kilometer dengan lebar sekitar 150 meter. Tanah “SVW” itu melewati 117 desa,yang tersebar di 20 kecamatan, mulai Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Gresik.

Dari catatan sejarah bahwa Pemerintah Belanda akan membangun bengawan kembar di wilayah selatan itu, sebagai usaha mengantisipasi banjir luapan Bengawan Solo, yang terjadi di daerah hilir, Jawa Timur.

Saat ini, di Bojonegoro tanah “SVW” dimanfaatkan warga untuk perumahan dan areal pertanian. Bahkan, di Kecamatan Margomulyo, tanah “SVW”, dimanfaatkan untuk lokasi lembaga pendidikan, kantor desa, dan puskesmas.

Menanggapi hal itu, menurut Nanang, panggilan akrab Setyo Yuliono, dibutuhkan komunikasi dengan warga yang memanfaatkan tanah “SVW” untuk menghindari gejolak sosial, kalau sewaktu-waktu harus pindah.

“Jumlah warga yang menempati tanah “SVW” ribuan,” jelasnya.

Yang jelas, menurut dia, tanah “SVW” itu akan mampu menampung air Bengawan Solo, yang dialirkan melalui Bendung Karangnongko Bengawan Solo, hingga mencapai 50 juta meter kubik.

“Air di jaringan irigasi itu mampu mengairi areal pertanian seluas 44 ribu hektare,” tandasnya.

Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Edi Sutanto, menambahkan pelaksanaan pemanfaatan tanah “SVW”, sebagai jaringan irigasi masih menunggu selesainya pembangunan Bendung Karangnongko Bengawan Solo di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Rencananya Balai Besar Bengawan Solo di Solo, baru akan mulai melaksanakan pembangunan Bendung Karangnongko, pada 2018,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment