Share

Banjir Fase Pertama Usai, Pelajaran dan Terimakasih

Bojonegoro (Media Center) – Malam ini banjir Bengawan Solo di Bojonegoro berlalu, kawasan Baureno, wilayah timur, adalah yang terakhir mengalami banjir. Tentu ada catatan, bagi kami yang selalu mengalami banjir!

1. Masih ada korban sia-sia yang sebenarnya dapat dihindari.
Para korban bukan orang terjebak banjir, melainkan mati karena bermain air, umumnya karena tidak bisa renang. Peraturan Bupati (Perbup) yang mewajibkan renang perlu mendapatkan perhatian lebih. Para orang tua dan warga perlu lebih waspada.

2. Seharusnya kerugian gagal panen dapat ditekan.
Ada tiga sungai yang memerlukan pintu sistem buka tutup: Semanding (Kapas), Semarmenden dan Ingas Mraten Kadungrejo. Seandainya telah ada, maka banjir dengan elevasi 15.44 cm, dlm 5 hari tidak akan merusak padi. Kecuali padi di Trucuk dan Ngablak, tahun depan masa tanam perlu diajukan. Selama 3-4 bln musim banjir perlu ada tanaman yang tahan air, ada yang usul rosela, ini perlu dikaji

3. Bersiap itu lebih baik.
Taman ebaga (evakuasi banjir bahagia), gedung serbaguna, dapur komunitas, tenaga kesehatan keliling, kordinasi dengan TNI, Polri dan seluruh jajaran ternyata efektif membantu warga terdampak dan mengamankan ancaman bahaya banjir. Kondisi ini perlu terus dijaga

4. Sistem informasi sangat membantu.
Saat masyarakat paham kapan datang dan perginya banjir, apa yang terjadi, dampak dan antisipasi, sungguh bermanfaat untuk sinergitas, baik pra, saat dan pasca banjir!

5. Semua daerah hulu harus meningkatkan daya tangkap air.
Waduk Jipang/Karangnongko Barrage secepatnya dibangun! Pemkab, Pemprov di lintasan Bengawan Solo, bersama pemerintah, mari bersatu padu kelola air agar banjir berkurang!

Terimakasih kepada segenap pihak yang memberikan perhatian, dukungan dan bantuan selama musim banjir fase pertama ini. Kami akan lebih siap untuk banjir yang akan datang lagi.

Bojonegoro 21 Des 2013
Ditulis Oleh:
Kang Yoto
Bupati Bojonegoro

Leave a Comment