Share

Bantuan Makanan dan Dapur Umum Siaga Untuk Korban Banjir

Bojonegoro, 2/12 (Media Center) – Kondisi sungai Bengawan Solo yang meluap saat ini mulai berangsur mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA). Berdasarkan pantauan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, TMA di Taman Bengawan Solo (TBS) pukul 15.00 WIB sore ini (Jumat, 2/12) menunjukkan angka 15.10 peilschaal dengan tren turun.

Meski mulai mengalami penurunan TMA, banjir luberan sungai bengawan Solo masih menggenangi pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai. Sebagian warga bertahan di rumah masing-masing, namun sebagian lainnya memilih mengungsi di kantong-kantong pengungsian yang telah disediakan.

Untuk memnuhi kebutuhan konsumsi bagi para warga korban banjir ini, berbagai pihak turut turun tangan baik dari pemerintah, instansi, kelompok masyarakat hingga perorangan. Seperti Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro membagikan nasi bungkus dan roti kepada korban banjir luapan sungai Bengawan Solo yang berada di Desa Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Bojonegoro, Jum’at (02/12).

Lntaran akses jalan digenangi air, distribusi makanan dilakukan dengan menaiki perahu untuk mencapai warga yang bertahan di rumah masing-masing. Kegiatan bantuan tersebut dilakukan di lorong 1, lorong 2 dan lorong 3, Jalan Kapten Rameli, Gang Matekram, Desa Ledok Wetan, Kecamatan Kota Bojonegoro. Jumlah nasi bungkus yang dibagikan itu sesuai dengan jumlah korban banjir.

“Bantuan nasi bungkus ini juga sebagai bentuk kepedulian pada warga yang terdampak,” kata Waka Polres.

Tak hanya menunggu datangnya bantuan, warga bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan tim dari pemkab Bojonegoro mendirikan dapur umum untuk menyuplai makanan bagi para korban banjir. Dari data BPBD Bojonegoro, sebanyak 12 kecamatan yang terdampak banjir Bengawan Solo memiliki dapur umum yang dikelola oleh pemkab. Namun, di beberapa desa seperti Desa Trucuk, warga mendirikan dapur umum secara mandiri.

“Hampir di masing-masing RT (Rukun Tetangga) mendirikan dapur umum,” jelas Wahyu, salah satu warga Desa Trucuk.(mcb)

Leave a Comment