Share

Bawang Merah Bojonegoro Bersaing dengan Nganjuk

Bojonegoro (Media Center) – Para petani di Kabupaten Bojonegoro bagian selatan, kini bersikeras meningkatnya produksi tanamannya berupa bawang merah. Ketersediaan air, pupuk dan juga lahan yang mendukung membuat bawang merah dari Bojonegoro bisa bersaing dengan Nganjuk. “Ya, saya pikir kita mampu,” ujar Abdul Kanan, petani bawang merah asal Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro pada Kanalbojonegoro, Selasa (31/1).

Abdul Kanan yang juga Kepala Desa Megale ini mengatakan, di desanya ada lahan sekitar 65 hektare tanaman bawang merah. Tetapi, pada tahun mendatang, kemungkinan lahan akan terus bertambah. Itu karena sebagian warga memilih untuk beralih ke bawang merah. Terutama di saat kondisi cuaca bagus. ”Lahan terus bertambah,” ujarnya.

Dia menambahkan, desa-desa di Kedungadem, seperti di Desa Pejok dan Desa Duwel, rata-rata luas lahan bawang merahnya di atas 500 hektare.

Menurut Abdul Kanan, tahun 2016 ini dirinya menanam bawang merah di lahan seluas 1,8 hektare. Modalnya, berupa 4 ton bibit bawang merah, dimana saat panen awal Mei lalu, menghasilkan total Rp600 juta. Harga saat panen, di tingkat petani mencapai Rp30 hingga perkilogramnya, awal Mei lalu. Tetapi, sekarang harga jual di tingkat petani sekitar Rp20 ribu. Sedangkan waktu musim tanam bawang merah hanya butuh antara 2 hingga 2,5 bulan untuk bisa panen.”Petani bersemangat tanam bawang merah,” tandasnya.

Sementara itu Data di Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan, tanaman bawang merah bulan Januari-April 2015 seluas 1781 hektare. Untuk musim tanam kedua April 2016 seluas 1155 hektare dan ditambah bulan Juni ini. Lokasinya selain di Kecamatan Kedungadem, juga di tempat lain. Seperti di Kecamatan Gondang, Sukosewu dan Sekar.

Sekretaris Dinas Pertanian Bojonegoro Bambang Sutopo, mengatakan lahan bawang merah tiap tahun cenderung bertambah. Karena, para petani telah merasakan hasil panennya. Makanya, petani dari Kecamatan Kedungadem, dan lainnya, tentu terpikat untuk tanam bawang merah. Paling tidak jika produksi meningkat, akan bisa bersaing dengan Kabupaten Nganjuk “Bojonegoro juga potensi bawang merah, tentu menarik jika bersaing dengan Nganjuk,” pungkasnya.(*/mcb)

Leave a Comment