Share

Belajar Teknologi Informatika, Anggota JIM Bojonegoro Ikuti Lokakarya

Bojonegoro (Media Center) – Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B) bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar lokakarya Teknologi Informasi (TI) untuk anggota jaring informasi masyarakat (JIM) di 12 desa di Kecamatan Gayam di SMKN 1 Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, mulai Senin (28/3) hingga Rabu (29/3) mendatang.‎

Anggota JIM ini merupakan karang taruna dari 12 desa, yakni Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, Begadon, Ringintunggal, Katur, Ngraho, Beged, Manukan, Sudu, dan Cengungklung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, saat membuka lokakarya meminta kepada para peserta lokakarya memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal. Sebab, era globalisasi sekarang ini setiap manusia dituntut dapat mengembangkan diri sesuai perkembangan zaman.

“Apalagi peserta ini tinggal atau berada dekat dengan industri migas. Jadi harus bisa melakukan perubahan dan mengembangkan diri agar tidak menjadi penonton,” kata Kusndaka di hadapan peserta.

Menurut Kusnandaka, perkembangan zaman sekarang ini telah melahirkan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, tepat bermanfaat.

“Sekarang ini Pemkab telah menerapkan mekanisme pelayanan cepat berbasis IT. Karena itu nantinya para peserta ini dapat ikut membantu pelayanan informasi di desanya masing-masing melalui pemanfaatan IT,” tegas Kusnandaka.

Sebelumnya di tempat yang sama, Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin mengatakan, JIM merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas pengelolaan papan informasi desa yang telah dimulai sejak 2007 di wilayah operasi EMCL di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban

“Saat ini telah terbentuk 90 anggota JIM dari enam Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro,” kata dia.

Ichwan mengungkapkan, teknologi dan informatika menjadi di antara tanda era globalisasi disamping industri dan investasi. Menurut dia, teknologi dan informatika memiliki peranan penting dalam mendukung sebuah industri dan investasi di suatu daerah.

“Kami harapkan JIM ini dapat menjadi sarana belajar bagi para pemuda dalam mengelola informasi. Sehingga akan melahirkan tradisi kecerdasaan dan pengetahuan dalam memanfaatkan IT,” tegas Ichwan.

Perwakilan Pemerintah Kecamatan Gayam, Suhartiningsih berharap, dengan adanya JIM di setiap desa ini dapat mendukung pelayanan di tingkat kecamatan dan desa.

“Semoga dengan pelatihan ini para peserta dapat menjembatani dalam menyampaikan informasi pelayanan kepada masyarakat sesuai prosedur,” harapnya.

Direktur Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B), Mugito Citrapati mengatakan, dengan lokakarya ini diharapkan nantinya para peserta dapat membantu pemerintah desa dalam mengoptimalkan website desa untuk mempromosikan potensi-potensi di masing-masing desa.

“Kegiatan ini sebagai upaya menyiapkan SDM di desa untuk mengelola dan menyampaikan informasi melalui teknologi,” pungkas Mugito.

Dalam lokakarya ini para peserta mendapat pelatihan tentang dasar-dasar jurnalistik yang disampaikan Slamet Agus Sudarmaja, Wartawan Kantor Berita Antara, menulis bercerita yang disampaikan Ahmad Yakub, dari Media Indonedia.

Kemudian teknik fotografi oleh Budiyanto dari Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) wilayah Bojonegoro, Ahmad Rifai bagian Teknologi Informasi, dan Nova Wijaya dari Blogger Bojonegoro.(dwi/mcb)

Leave a Comment