Share

Bengawan Solo Bojonegoro Siaga Merah

Bojonegoro, 1/12 (Media Center) – Meluapnya sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro mengakibatkan banjir yang menggenangi di beberapa wilayah.Kondisi ini diperparah dengan Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo yang cenderung stabil di posisi Siaga Merah (di atas 15.00 peilschaal) lantaran berbagai faktor sehingga banjir tak cepat surut.

Menghadapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro telah menutup doorlaat (pintu air) untuk mencegah luberan sungai Bengawan Solo semakin meluar.

“Sejak sejak pukul 18.00, BPBD sudah melakukan droping karung karung pasir dan kayu penutup doorlat di kurang lebih 71 pintu doorlat. Dan malam ini seluruh personil BPBD bersama warga mulai melakukan penutupan doorlat ketika TMA sungai Bengawan Solo di angka 14.90 Peilschal,” jelas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD, MZ Budi Mulyono ketika ditemui semalam di kantornya, Rabu (30/11).

Budi Mulyono mengatakan, TMA Bengawan Solo cenderung stabil dan jikapun ada peningkatan tidak terlalu signifikan. Menurutnya, kestabilan air ini dipengaruhi oleh tiga hal yakni pasang air laut yang terjadi sehingga air sungai tak bisa masuk kelaut. Faktor kedua adalah intensitas hujan lebat yang masih terjadi di beberapa daerah hulu sehingga berdampak pada peningkatan air di sungai Bengawan Solo. Ditambah lagi intensitas hujan lokal yang terjadi, hujan lokal membuat anak-anak sungai bengawan solo meluap. Kini ketika bengawan solo dalam kondisi tinggi maka secara otomatis anak anak sungai ini mengalami hambatan untuk mengalir.

“Para orang tua diimbau untuk mengawasi putra putrinya yang tengah bermain di daerah genangan. Kerjasama ini mutlak dibutuhkan demi mencegah jatuhnya korban jiwa,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, mengakui banyak petani di daerahnya yang tanaman padinya rusak terendam air banjir luapan Bengawan Solo tidak ikut dalam asuransi usaha tanam padi (AUTP).

“Memang masih banyak petani yang tanaman padinya terendam air banjir Bengawan Solo ikut asuransi,” kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari, di Bojonegoro, Rabu.

Namun, menurut dia, banyak juga petani di daerahnya yang sudah ikut AUTP baik pada musim hujan juga ketika musim kemarau.

“Yang jelas kami terus mendorong petani di daerah kami bisa ikut AUTP,” ucapnya menegaskan.(mcb)

 

Leave a Comment