Share

Bengawan Solo Cenderung Naik, Sebagian Bertahan di Pengungsian

Bojonegoro (Media Center) – Sekitar 100 Kepala Keluarga dari Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, sejak tiga hari lalu harus hidup di pengungsian. Kebanyakan dari mereka adalah warga yang mempunyai ternak. “Kalau tidak punya ternak, saya mungkin tidak ngungsi,” demikian dituturkan Muji, warga Desa Ngablak.

Mereka setiap musim penghujan, yang diikuti oleh luapan air Sungai Bengawan Solo selalu mendirikan tenda pengungsian di tepi jalan nasional yang ada di wilayah tersebut. Tenda terbuat dari terpal dan batang bambu, diakui sengaja didirikan secara gotong royong untuk menampung hewan ternak mereka.

“Kalau malam kami nginap di tenda, kalau pagi ya tetap aktifitas di rumah,” tambah pria yang mengaku ketinggian air di rumahnya saat ini masih setinggi betis. Aktifitas di genangan air yang masih dilakukan oleh warga Desa Ngablak adalah memasak dan mencuci.

Sementara itu, dari data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Bojonegoro, saat ini (Selasa, 17/12/2013) ketinggaian air sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro masih cenderung mengalami peningkatan. Di papan duga Karangnongko (Ngraho), maupun di Taman Bengawan Solo (TBS), per jam rata-rata kenaikan mencapai 5 centimeter.

Sebelumnya, pihak BPBD memprediksikan, banjir akibat luapan Bengawan Solo di Bojonegoro masih akan berlangusng selama tiga hari sejak Senin kemarin. Ini artinya, genangan air diprediksi masih akan membanjiri Bojonegoro hingga pada hari Rabu (18/12) besok.

Hal senada juga disampaikan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, yang menyebutkan Bengawan Solo di hilir Jatim masih terjadi banjir. Bahkan, air Bengawan Solo di hulu Ndungus, Ngawi, yang semula sudah turun naik lagi, disamping itu ketinggian air laut ikut berpengaruh terhadap laju air.

“Air laut kalau pasang tidak hanya menghambat laju air Bengawan Solo, bahkan air laut bisa masuk ke Bengawan Solo,” kata Mucharom, Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro. (ramcb)

Leave a Comment