Share

Bentuk Pokdarwis, KADEKA Menuju Desa Wisata

Bojonegoro (Media Center) – Potensi wisata di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Kapas, Dander dan Kalitidu (KADEKA) menjadi salah satu sasaran program pengembangan wisata oleh pemkab setempat.

Untuk mendukung pengembangan wisata ini, enam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) telah terbentuk di wilayah KADEKA. Lembaga ini akan bertugas mengoptimalkan potensi agropolitan yang ada di masing-masing desa.

Di Kapas, potensi yang dikembangkan adalah industry kreatif di Desa Mojodeso dan salak di Desa Tanjungharjo yang akan dibangun demplot (percontohan).

Di wilayah Kalitidu di Desa Mojo, Ngringinrejo dan Mayanggeneng. Di tiga desa ini terdapat potensi belimbing dan jambu merah. Kemudian di wilayah Dander sumber mata air yang terdapat di Dusun Grogolan, Desa Ngunut, Sumberarum, dan Kunci.

“Dalam kegiatan ini kita menggunakan konsep desa wisata. Jadi kita memilih salah satu desa untuk demplot lokasi wisata,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Agropolitan, Dyah Enggarini Mukti.

Wanita yang juga menjabat Kasubid Indakop Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro itu, menjelaskan, program utama pokdarwis adalah mengembangkan kawasan agropolitan di KADEKA.

“Agropolitan adalah pengembangan kawasan pedesaan untuk menyeimbangkan pembangunan antara desa dan kota,” tegas Enggar.

Konsep dalam program ini, lanjut Enggar, adalah memaksimalkan potensi dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa. Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi degan pemdes yang memiliki potensi untuk dikembangkan, baik itu potensi agro, industri, alam maupun budaya.

Dia mengungkapkan, saat ini desa yang sudah komitmen untuk mulai mengembangkan desa wisata adalah desa wisata industri kreatif di Mojodeso, Dander dengan desa wisata air Sungai Grogolan di Desa Ngunut dan Sumberarum.

Kemudian Agrowisata belimbing dan outbond di Desa Mojo, Agrowisata jambu biji desa Mayanggeneng, Kalitidu dan Padang, Kecamatan Trucuk. Selain itu desa wisata edukasi di Desa Rendeng, Kecamatan Malo. Agrowisata salak di Desa Tanjungharjo dan Agrowisata mangga di Desa Kunci, Kecamatan Dander.

Dia menambahkan, ada alasan mengapa dalam program ini pihaknya mengusung konsep desa wisata. Yakni wisata mempunyai dampak ikutan positif, perekonomian akan bergerak naik. Hal itu sudah terbukti dari pengembagan Agrowisata belimbing di Desa Ngringinrejo.

“Lembaga yang membantu desa dalam perencanaan dan pengelolaan yaitu Badan Usaha Milik Desa. Dimana unit usaha BUMD adalah pokdarwis atau kelompok desa sadar wisata,” pungkasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment