Share

Berburu Beasiswa “Short Course” di Belanda (2) : “Proses Pendaftaran di Universitas”

Oleh Nove Zain Wisuda
(PNS di RSUD Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro)

Bojonegoro (Media Center) – Saya akan berbagi pengalaman proses pendaftaran “short course” di Universitas di Belanda pada tahun 2015. Semua proses mulai “ubek-ubek” website studyfinder.nl berhari-hari saya buka website tersebut, search dengan berganti-ganti kata kunci supaya bisa menemukan tema yang sesuai dengan kualifikasi dan minat saya.

Setiap waktu kosong hampir selalu saya buka web tersebut, dari pas nonton tv, pas ngelamun, sampai saat sebelum tidur pun saya buka web tersebut. Setelah berhari-hari, dapatlah saya satu tema yang paling cocok, yaitu “Human Resources for Health”, yang akan di selenggarakan oleh KIT / The Royal Tropical Institute (sampai sekarang saya masih belum bisa menulis maupun mengucapkan kepanjangan KIT yang dalam bahasa belanda).

Dari info di website studyfinder.nl saya klik info pendaftaran yang kemudian masuk ke website application.kit.nl , saya membuat akun di web tersebut dan segera bisa log in, sehingga bisa tahu apa yang dibutuhkan untuk mendaftar.

By the way, sekarang pendaftaran di Universitas di Luar Negeri simple banget, online dan semua berkas discan, beda dengan ketika tahun 2006 saya mendaftar S1 (dari D3) di Curtin University of Technology, Perth, Australia.

Saat itu semua berkas masih dalam bentuk hard copy, langsung saya serahkan ke wakil Universitas ketika ada pameran pendidikan di Jakarta, saat itu saya diterima Universitasnya juga sih tapi cari sponsor tidak dapat, akhirnya meneruskan studi S1 di Universitas Indonesia (UI).

Mendaftar di “The Royal Tropical Institute” (KIT)

Lanjut cerita di proses pendaftarannya ya, setelah mengetahui kebutuhan untuk pendaftaran di KIT saya mulai menyiapkan satu persatu, standart sih… mengisi data pribadi, CV, Scan trancript dan ijazah, dan satu hal yang saya masih belum familier yaitu Motivation Letter / Motivation Statement.

Untuk yang terakhir ini saya minta contoh dari Mbak Yuni teman saya yang sudah pernah dapat short course di Wageningen University, selain it juga googling, lihat contoh-contoh motivation statement mereka-mereka yang berhasil (mengenai motivation statement akan saya tulis sendiri di tulisan berikutnya).

Dalam sekitar satu minggu di bulan september saya menyelesaikan aplikasi untuk Human Resources for Health di KIT, kemudian saya klik yang terakhir yait SEND, ini artinya dokumen sudah tidak bisa diubah kecuali penambahan berkas.

Saat selesai klik SEND muncul resum dokumen kita, di baris terakhir resum ada kalimat pernyataan yang intinya saya harus mengirim Copy + Legalisis Ijazah langsung ke alamat KIT di Amsterdam, Netherland.

Besoknya saya siapkan ijazah tersebut dan saya kirim melalui Pandu Logistics dengan biaya Rp. 350.000, sekitar 5 hari akan sampai di sana. Setelah saya menggenapi persyaratan saya mulai harap-harap cemas hahahaha. Apalagi proses menunggu jawaban KIT agak lambat, tidak secepat di Wageningen University.

Sekitar dua pekan kemudian saya mendapat email dari KIT yang intinya, mereka telah menerima hard copy ijazah + legalisir yang sebenarnya tidak diperlukan, mereka menjelaskan ke saya akan menghancurkan copy tersebut dan menginformasikan bahwa aplikasi saya masih kurang, yaitu Ijazah yang ditranslate dalam bahasa inggris.

Untuk informasi, transkrip nilai dari UI memang sudah dalam 2 bahasa (Indonesia dan Inggris), eh… tapi Ijazah masih dalam bahasa Indonesia saja. Waduh… saya deg-degan… mau translate di mana? UI? jauh pak dari kampung saya….. harus ijin kerja, biaya transport dll, akhirnya saya putuskan untuk mencoba translate ijazah di Pusat Bahasa ITS (ITS pun gak deket dari kampung saya, sekitar 3-4 jam), sudah nothing to lose… kalau diterima alhamdulillah.

Mulailah saya menelpon Pusat Bahasa ITS, tanya ini tanya itu, akhirnya sepakat, fotokopian ijazah dikirim dulu kemudian nanti pas ambil hasil yang asli ditunjukkan. Saya minta tolong adik ipar yang kuliah di IAIN Sunan Ampel surabaya untuk datang ke Pusat Bahasa ITS membawa fotokopian ijazah saya, dijelaskan ini itu, akhirnya dapat jawaban, biaya Rp. 350.000 (untk 5 lembar asli, kalau gak salah ingat) dan 3 hari kerja bisa diambil.

Singkat cerita beberapa hari kemudian translate ijazah selesai, saya minta tolong adik ipar saya untuk scan dan kirim ke saya supaya bisa segera saya upload di web application.kit.nl , langsung…… upload…….

Dan SEND lagi…. dalam proses melengkapi aplikasi di KIT saya sebenarnya juga sambil mulai melirik Managing for Sustainable Development Impact di Wageningen University karena khawatir juga yang di KIT tidak diterima, mengingat ketatnya persyaratan.

Tapi untk yang di wageningen saya ceritakan terpisah alurnya supaya pembaca tidak bingung karena waktunya sebenarnya beririsan. Setelah saya lengkapi persyaratan kira-kira 1 atau 2 minggu kemudian datanglah email yang isinya … yuhuuu……. Letter of Unconditional Admission ……………saya rasanya terbang…
Langkah berikutnya melengkapi persyaratan NFP. Pada tulisan ini yang saya ceritakan sampai proses universitasnya saja, nanti masalah beasiswa saya tulis terpisah saja. Tuntaslah proses pendaftaran short course di KIT. (bersambung)

Leave a Comment